Tampilkan postingan dengan label Alam Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam Raya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 September 2014

Jalan-Jalan Ke Ciater

Alhamdulillah dalam kegiatan silaturrahim dan halal bihalal guru-guru se-kota Bandung bisa menikmati perjalanan sekaligus keindahan dan kehangatan suasana di Ciater, meski sebenarnya di sana itu dingin. :)
(Tempat kita bertiga makan bubur ayam sebelum ke Ciater. Enak lho ada parutan kelapanya)
Naik angkutan umum dari terminal Ledeng dan turun pas banget di depan jalan lalu kita bertiga makan bubur. :)
(Jalan kaki dari seberang naik angkutan umum, melewati SDN GIRI MEKAR)
Tempat ini menarik perhatian saya. Bukan hanya karena saya seorang guru yang berada dalam dunia pendidikan. Namun, saya tertarik ketika melihat sekelompok anak belajar pencak silat. Membuat saya kangen dengan masa kecil saya sendiri yang pernah ikut Tajimalela. :)
(Suka sekali melihat keseriusan anak-anak pencak silat meski dari kejauhan)
(Gerbang Wisata Air Panas Alam Sari Ciater)
(Harga tiket masuk. Untuk area tertentu ada yang harus bayar lagi, lho.)
(Air di pancuran ini panas banget. Tapi asyik menikmatinya. Arena ini gratis)
(Curug Jodo, arena ini juga gratis)
(Banyak pengunjung asing. Terutama orang Arab. Katanya sih di sini ada juga tempat tinggal khusus bagi mereka. Sayangnya, saya tidak menyelidiki lebih jauh)
(Di dalam masjid ini nyaman sekali. Adem. Di pinggirnya ada kolam ikan).
Mengunjungi tempat ini menjadi anugerah bagi saya karena selain bisa menikmati alam, bisa menikmati rasanya berada di bawah air panas yang terasa asin, saya juga punya pengalaman seru yang tidak bisa diceritakan ketika seorang Arab memarahi anaknya sampai melempar sandal yang sedang dipakainya. #hhaa. (Nah, lho, cerita juga)







Rabu, 16 Oktober 2013

Terung Susu

Baru sekali ini tahu sekaligus melihat bentuk terung susu. Membuat saya mencari tahu lebih banyak tentang terung susu.




Wikipedia: Terung susu atau terong susu (Solanum mammosum L.) adalah tanaman hias dengan buah berbentuk lucu, karena menyerupai puting susu sapi. Meskipun berbentuk lucu dan berwarna menarik, buah ini beracun dan tidak dapat dimakan.
Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan tropika tetapi sekarang telah menyebar luas di berbagai daerah tropika sebagai tanaman hias.
http://biota-unimed.blogspot.com/2013/06/solanum-mammosum-terong-susu.html:
 Solanum mammosum atau biasa disebut terong susu, Nipplefruit, Titty Fruit, Cow’s Udder termasuk kedalam suku Solanaceae bersama Genus Solanum lainnya seperti Solanum tuberosum (Kentang), Solanum lycopersicum (Tomat), dan Solanum melongena (Terong).

Bentuk tumbuhan ini memang agak aneh, mempunyai tonjolan-tonjolan yang menyerupai payudara wanita. Mammosum sendiri berasal dari kata Mammae yang berarti payudara.

Habitus dari tumbuhan ini adalah perdu dengan tinggi mencapai 1,5 meter. Batangnya tegak, bulat, berkayu, berbulu, dan berwarna hijau pucat. Dari segi daun, Solanum mammosum memiliki daun tunggal, lonjong, duduk daun tersebar, ujung dan pangkal runcing, tepi berlekuk, pertulangan daun menyirip, dengan panjang daun antara 20-23 cm danlebar 8- 12 cm. Pada umumnya berwarna hijau dengan duri tempel yang tersebar.

Bunga dari Solanum mammosum merupakan bunga majemuk, berbentuk bintang, memiliki kelopak (Calyx) yang berbulu, benang sari pendek berwarna kuning, putiknya berwarna hijau.

Buah dari Terong Susu merupakan buah buni (bacca), yaitu buah yang dindingnya memeliki dua lapisan. Lapisan luar yang tipis agak menjangat atau kaku dan lapis dalam yang tebal, lunak, dan berarir. Biji-bijinya terdapat bebas dalam bagian yang lunak itu.

Biji Solanum mammosum berkhasiat sebagai obat cacing, kanker payudara, kencing manis, serta darah tinggi. Untuk obat cacing dipakai kurang lebih 2 gram serbuk biji Solanum mammosum, keringkan, sangrai lalu ditumbuk halus, kemudian diseduh dengan 1/2 gelas air matang panas, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sekaligus pada waktu akan tidur.
Biji, daun dan kulit buah Solanum mammosum mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, di samping itu bijinya mengandung alkaloida.

Buah ini memang belum begitu populer dikalangan masyarakat, tapi melihat potensinya sebagai obat alternatif untuk berbagai penyakit, bukan tidak mungkin di masa mendatang “Buah aneh” ini akan mendapat perhatian untuk diolah dan dikembangkan lebih lanjut.

Klasifikasi

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliposida
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum mammosum

Kerabat dekat : Solanum tuberosum (Kentang) , Solanum lycopersicum (Tomat), Solanum melongena (Terong) , Solanum torvum (Terong Pipit/Takokak)

Bersatu Memandirikan Anak Luar Biasa

  Sebelum adanya pandemi COVID-19, setiap hari Selasa, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, peserta didik SLB B Sukapura kelas tinggi, sebu...