Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juli 2017

Perjuangan Seorang Anak Mewujudkan Impian dalam Film Rumah Tanpa Jendela


Film ini merupakan salah satu film yang begitu sederhana dari segi cerita namun begitu jelas menggambarkan kompleksitas kehidupan orang-orang pinggiran. Sederhana dalam hal keinginan si anak mewujudkan impian, ruwet sesuai kenyataan hidup bahkan kehidupan orang kaya sekalipun.
Dalam film ini penggambarannya memang sangat berimbang. Masalah bukan hanya milik orang pinggiran atau mereka yang miskin saja. Tetapi masalah milik siapapun. Tinggal bagaimana kita menyikapi kehidupan dan berusaha mencari solusi untuk dapat menyelesaikannya.
Alasannya si anak dalam film ini untuk memiliki jendela tergambar sangat jelas. Pembelajaran untuk kehidupan kita. Tak peduli anak-anak maupun dewasa. Unik memang karena seorang anak kecil imajinasinya lebih liar dari orang dewasa.
Waktu kecil saya memiliki impian punya rumah dengan genting kaca sehingga apabila malam hari bisa melihat bintang, bulan, dan benda langit lainnya. Ternyata oh ternyata, impian yang begitu sederhana membawa kita pada banyak hal. Dalam film ini saja, misalnya. Impian seorang anak untuk memiliki rumah sederhana yang ada jendelanya membawa pada perjuangan panjang sekaligus kebahagiaannya. Tak sesederhana dugaan lho rumah dengan jendelanya terwujud. Ada masalah timbul sebagai kejutan dalam film ini. Saya yang baru pertama kali menontonnya tak menyangka akan mendapatkan kejutan demi kejutan sebagai hikmah kehidupan. Film ini benar-benar terasa menggambarkan kehidupan dua sisi: sisi orang di daerah kekurangan dengan masalahnya dan sisi keluarga serba berlimpah dengan masalahnya tersendiri. Penyelesaian setiap masalah dalam film ini juga sangat unik tak terduga.
Alasan yang sangat wajar sekali ketika seorang anak menginginkan jendela agar ketika bangun dapat menghirup udara segar dan saat malam dapat melihat luasnya langit serta seisinya. Pada awalnya, keinginan seperti itu hanya menjadi bahan tertawaan sekitar. Begitu teman-teman terdekatnya memahami betapa pentingnya jendela dan menjadi viral permohonan beberapa anak kepada orang tua masing—masing, tentu saja masalahnya mulai membesar. Mulai dari orangtua yang mengadu kepada orang tua si anak dan juga tekanan batin orang tua untuk mewujudkan keinginan anaknya.
Terwujudkah keinginan si anak memiliki rumah dengan banyak jendela? Sebagai film happy ending, tentu saja terwujud. Tapi ada kisah tragis mewarnai kisah dalam film ini. Sangat mengejutkan sekali. Bahkan kisah keluarga kaya pun penuh kejutan tersendiri. Bagaimana seorang anak kecil yang memiliki kekurangan harus menghadapi kenyataan pahitnya hidup dipermasalahkan oleh kakaknya sendiri hingga ingin pergi sejauh-jauhnya dari kehidupan keluarganya. Tentunya ini menjadi pembelajaran tersendiri andai film ini ditonton bareng antara anak, ayah, dan ibunya. Atau lebih tepatnya ini bisa jadi film keluarga yang sangat recomended.

Ok, dari pada jadi spoiler dan pendapatnya bakal beda setelah nonton, lebih baik langsung tonton saja langsung filmnya dan kasih komentar ya kalau punya pendapat unik lainnya.
Oh ya, ada sesuatu yang membuat saya bingung. Dalam keluarga miskin itu ada konflik keluarga antara ayah si anak dengan bu’denya tapi siapa ibunya dan di mana sungguh masih bias. Atau mungkin saya melewatkannya begitu saja.
Ok


Rabu, 29 Juli 2015

Film Comic 8: Casino Kings Part 1, Kocak Menegangkan


Film yang mulai tayang perdana tanggal 15 Juli 2015 ini, tampaknya benar-benar sedang diminati para penggemar film. Buktinya, ketika kemarin, Jumat (24/07/15), saya bersama teman ke bioskop yang ada di BIP, antriannya sangat panjang untuk menonton film ini.
(Antrian penonton saat saya menonton untuk kedua kalinya)

Adegan-adegan awal memukau, menegangkan, sekaligus membingungkan. Bagaimana tidak? Di tengah hutan para comic keluar dari beberapa tempat. Misalnya saja ada comic yang keluar dari koper, tong, dan sebagainya. Adegan demi adegan para comic dimakan predator buaya makin membuat bingung. Kalau mereka semua mati, lantas nanti siapa yang akan melanjutkan permainan dalam film ini? Hehe, dangkal amat pemikirannya.
Ternyata alur cerita dalam film ini zigzag atau bolak-balik. Alur film ini sukses menyedot perhatian saya untuk tahu jalan ceritanya hingga tuntas. Ditambah lagi guyonan para pemainnya yang mengocok perut, dan juga efek canggih yang membuat film ini sangat “hidup” dan berbeda dari film yang pernah saya tonton sebelum-sebelumnya.
Pada awalnya, terlalu banyak pemain membuat saya bingung. Namun, guyonan khas para Comic yang sudah sering tampil di berbagai acara ini membuat saya mudah mengenali mereka.
Sebenarnya, kalau melihat banner promo film sudah bisa ditebak siapa pemeran yang menjadi The King.  Namun, saya sempat terjebak, menyangka The King itu seorang lelaki ketika sedang berbicara menantang para comic melalui media peralatan canggihnya. Eh, ternyata The King itu seorang perempuan. Sosok artis yang tentunya sudah sangat terkenal dalam dunia hiburan tanah air.
Film yang bercerita tentang 8 agen rahasia yang dikepalai Indro Warkop ini hendak memberantas kejahatan dan perjudian terbesar di Asia. Untuk memperlancar usaha mereka, para Comic harus menyamar menjadi stand up comedian yang berkeliling ke berbagai kota hingga dapat terhubung dengan jejaring The King.
Melalui perantara seorang perempuan cantik, para Comic akhirnya sampai juga di pulau yang sangat cantik dan tertata rapi di tengah lautan yang menjadi tempat The King berada.
Para Comic harus menerima tantangan sekaligus mengalahkan rintangan agar dapat memecahkan setiap masalah. Di antara mereka sempat terjadi perpecahan akibat perbedaan pendapat dan saling tidak mengenal. Namun, akhirnya masalah mereka terselesaikan.
Film ini memiliki keunikan yang menurut saya pribadi belum saya temui di film lainnya, seperti; selain menggunakan kata-kata yang menggelitik, body language para pemain pun sangat mendukung untuk menyedot perhatian penonton hingga menimbulkan gelak tawa, peralatan yang digunakan para pemainnya sangat mendukung berupa peralatan canggih masa kini, setting tempat yang sangat menawan membuat bertanya-tanya, adakah pulau secantik tempat kediaman The King itu di Indonesia? Dll
Well, film ini benar-benar memiliki aksi menarik. Meski menegangkan jalan ceritanya karena para Comic ini harus menjadi agen rahasia dengan menghadapi halang rintang, namun jadi kocak ketika diperankan oleh para komedian.
Semoga film keduanya masih tetap bisa nonton juga. Terima kasih untuk Indosat dan teman-teman Blogger Bandung yang memberikan kesempatan untuk nonton film yang membuat saya bingung menjelaskan dengan kata-kata karena alur ceritanya bolak-balik. Tapi, para pemainnya memang keren-keren, sudah sangat familiar dan terkenal di jagat hiburan. Selain 8 orang Comic terkenal (Mongol Stress, Ernest Prakasa, Kemal Palevi, Bintang Timur, Babe Cabita, Fico Fahriza, Arie Kriting, dan Ge Pamungkas), juga dibintangi aktor dan aktris terkenal sejak zaman dulu (Indro Warkop, Barry Prima, George Rudy, Willy Dozan, Lydia Kandau, Donny Alamsyah, Yayan Ruhiyan, Agus Kuncoro, Boy William, Nikita Mirzani, Indro Warkop, Sophia Latjuba, Prisia Nasution, Pandji Pragiwaksono, Soleh Solihun dan Hanna Al Rashid, dan pemeran lainnya)
Beruntung juga saat itu bisa mengabadikan artis yang datang meskipun terburu-buru karena pintu studio sudah dibuka, dan juga cukup berdesak-desakan



Bersatu Memandirikan Anak Luar Biasa

  Sebelum adanya pandemi COVID-19, setiap hari Selasa, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, peserta didik SLB B Sukapura kelas tinggi, sebu...