Tampilkan postingan dengan label Sepanjang Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepanjang Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Februari 2016

Dasa Darma Pramuka

Dasa Darma Pramuka
Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib memahami isi
dan makna Dasa Darma Pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalam
kegiatan Pramuka di tingkat gugus depan, Dasa Darma menjadi materi
wajib di setiap tingkatan, baik penggalang, ramu, rakit, dan terap.
KALAU dilihat dari isi materi tersebut, ternyata
Dasa Darma memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadi
manusia seutuhnya. Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatan
Pramuka sudah banyak yang diperkenalkan oleh para pembina, dengan cara
tersendiri.
Penulis pun sebagai pembina di lapangan memiliki
cara atau pedoman agar siswa dapat menghafal Dasa Darma Pramuka dengan
mudah. Pedoman itu adalah Ta-Ci-Pa-Pa-Re-Ra-He-Di-Ber-Su
Dasa Darma 
Pramuka itu
1. Ta: Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagai
pribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia adalah pencipta
yang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat maupun
tidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajib
menjalankan perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salat
lima kali sehari semalam, membaca Alquran, puasa, dan lain-lain.
2. Ci: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial.
Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman,
bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita
memerlukan bantuan orang lain.
3. Pa: Patriot yang sopan dan ksatria. Sebagai
Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk dalam
bersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkan
pribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.
4. Pat: Patuh dan suka bermusyawarah. Dalam situasi
dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadap
aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya
bermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.
5. Re: Rela menolong dan tabah. Pramuka senantiasa
rela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan
sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa
diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu
seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan,
halangan, dan hambatan.
6. Ra: Rajin, terampil, dan gembira. Anggota Pramuka
itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika ia
berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan
sehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan,
tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalam
melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan
gembira.
7. He: Hemat, cermat, dan bersahaja. Ada ungkapan
yang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali dengan berhemat,
tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untuk
kepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka harus
cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli
atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun
ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan
angkuh, bersahaja dalam bergaul.
8. Di: Disipilin, berani, dan setia. Anggota Pramuka
harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah,
bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akan
percuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka
harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani
karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia
terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.
9. Ber: Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah
ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus
konsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.
10. Suc: Suci dalam pikiran, perkataan, dan
perbuatan.
 Inilah pribadi manusia yang sejati, bersih pikiran, tidak
ada iri dan dengki.

TRI SATYA PRAMUKA


Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3. Menepati Dasa Dharma

Pengertiannya :
a. Tri Satya merupakan janj seorang Pramuka yang harus dtepat.
b. Pramuka berjanji dengan Tri Satya, dengan sepenuh kehormatannya dan ia selalu berusaha memenuhi janjinya itu demi kehormatannya semata.
c. Kewajiban kepada Tuhan, jelas ia harus memeluk suatu agama yang dinyakini. Segala ajarannya dilakukan dan segala larangannya dihindarkannya.
d. Kewajiban kepada negara, seorang Pramuka akan selalu berusaha menjunjung tinggi kehormatan dan kewibawaan negaranya (Indonesia) dengan jalan tunduk kepada undang-undang yang berlaku, menghormati benderanya, melaksanakan dasar negaranya menghayati lambang negaranya, mengakui pemerintahannya, dan menghayati lagu kebangsaannya.
e. Mengamalkan Pancasila, dengan jalan melaksanakan dan menjalankan tuntunan tingkah laku dalam ajaran P-4.
f. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat, sudah dijelaskan dalam uraian Dasa Darma. Sedang mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat, seorang penggalang harus mencari ilmu di sekolah dan pengetahuan di masyarakat agar kelak setelah dewasa ia menjadi manusia yang berguna. Segala ketrampilan ia pelajari sebaik-baiknya untuk persiapannya dikemudian hari.

Kamis, 24 Desember 2015

Reportase Ala Blogger vs Reportase Ala Jurnalis

Bertempat di Kantor perwakilan KUDO Bandung, Jalan Setiabudi No.112 Bandung, Bang Syaifuddin Sayuti membagikan pengalamannya tentang membuat reportase ala blogger.

(Bang Syaifuddin Sayuti memberikan penjelasan mengenai reportase ala blogger - 
Dok. Susanti Hara) 
Menurut Bang Syaifuddin, reportase adalah laporan berisi fakta yang aktual dan akurat. Pembicara yang pernah menjadi wartawan kemudian beralih profesi menjadi ini menceritakan pengalamannya dalam dunia kepenulisan. Patokan reportase adalah 5W+1H (What, When, Where, Who, Why + How).
Reportase ala blogger bisa menggunakan bahasa yang lebih lentur, lebih personal, lebih fleksibel dalam menulis sesuai gaya penulisnya. Sedangkan wartawan harus selalu terpaut pada 5W+1H berupa reportase ala koran.
Akurasi dalam menulis reportase sangat penting agar tulisan tidak terjebak dengan istilah abal-abal sehingga sifat reportase itu nyata sesuatu yang benar-benar ada, unik dengan sudut pandang berbeda, baru sesuai momentum yang terjadi sehingga tulisan aktual, dan langsung dari TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Meskipun bersifat personal, reportase blogger tetap memiliki etika penulisan supaya berbeda dengan gosip. Dalam menuliskan reportase, blogger harus benar-benar di lokasi kejadian serta tulisan harus segera di-publish, jangan ditunda-tunda supaya menjadi tulisan yang segar dan tidak pernah ada kesan tulisan basi yang sudah lewat momen.
Setiap orang memiliki cara menuangkan reportase yang berbeda tetapi patokannya sama yaitu, 5W+1H. Perbedaan antara karya jurnalistik dengan reportase blogger adalah: personal, view, style, foto. Mereka memiliki pakem tersendiri namun semua bisa diciptakan dengn terus berproses. Setiap reportase blogger mempunyai gaya sendiri tidak seperti reportase jurnalis yang rata-rata di koran itu mirip, kaku, dan formal.
Blog terkesan lebih personal sehingga membuat blog lebih unik dibandingkan karya jurnalistik. Nge-blog lebih ke gaya penulisnya sesuai ciri khas yang dimiliki. Saat seorang blogger memiliki personal style, maka orang akan mengingatnya. Dan personal style tersebut harus ditekuni dengan ulet agar penulis blog memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri.
Di dalam blog, pemiliknya bisa memasang puluhan foto sesuai dengan reportase yang dituliskan hingga menjadi tulisan yang nyata dan memiliki nilai lebih bagi pembacanya. Sedangkan di koran bisa saja tidak semua tulisan ada fotonya.
Menulis reportase terkadang bisa dadakan dan tidak direncanakan karena di sekitar lingkungan kita banyak sekali bahan untuk dibuat reportase. Hal tersebut bisa dilatih dengan melatih ketajaman menulis dengan gaya sendiri dan cara kita mencari sudut pandang berbeda dari tulisan lainnya.
Apabila menemukan informasi dadakan dan menarik, sebaiknya blogger langsung menyelidiki dan membuat tulisannya. Sertakan foto aktual agar tulisan tidak menjadi reportase abal-abal.
Bagaimana dengan kamu para blogger? Ayo mulai semangat menulis di mana pun dan kapan pun karena banyak sekali sumber informasi di sekeliling kita.

Semangat selalu!

Minggu, 22 November 2015

Bea dan Cukai Tegas Budayakan Anti Korupsi


Selasa, 17 November 2015, menjadi perjalanan berserjarah penuh pengalaman. Saya dapat menyaksikan langsung ke lapangan kinerja para petugas di area Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cuka (KPU BC) Tipe A Tanjung Priok.
Awalnya sempat bingung karena saya daftar Rabu tapi kebagian jatahnya Selasa. Namun, setelah berada di sana, hari tersebut menjadi momen berkesan. Bersama beberapa anggota BRID (Blogger Reporter Indonesia) kami menaiki mini bus dari Cempaka Mas menuju ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cuka Tipe A Tanjung Priok. Selama di dalam mini bus, Mas Desmond Siregar sebagai petugas bea cukai begitu ramah memberikan pengarahan mengenai kegiatan kita selama di sana nantinya.
(Tampilan depan KPU Bea dan Cukai)
Begitu sampai di kantornya kami langsung diarahkan ke lantai lima. Sebelum memasuki Ruang Rapat Kesempurnaan lantai V Gedung A KPU Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok, kami bisa berinteraksi dengan para petugas yang begitu gesit melayani antusiasme para blogger dan mahasiswa yang bertanya mengenai benda-benda hasil curian yang tertangkap oleh petugas bea cukai. Di antara benda-benda itu ada; minuman keras, barang tambang (bijih tembaga, tin slag, pasir zircon, cinnabar, bijih chromite, bijih besi, cerium, zinc konsentrat, serta benda-benda cagar budaya alam yang seharusnya dilestarikan seperti situs Budha dan hasil laut).
(Hasil sita barang illegal)
Setelah cukup puas bertanya ini itu, kami langsung memasuki Ruang Rapat Rapat Kesempurnaan. Ternyata di dalam ruangan tersebut  telah berkumpul mahasiswa dari Tri Sakti dan mahasiswa dari kampus lainnya.
Citra positif yang ditampilkan seluruh petugas begitu terasa sejak awal perjalanan. Begitu pun saat dalam Ruang Rapat Kesempurnaan, citra itu makin terasa kuat melalui pemaparan para petugas dan pengamatan langsung selama seharian.
Sebelum acara dimulai, kami mendapat pengarahan dari Pak Nyoman mengenai prosuder safety first agar kami bersiap sedia dan tahu apa yang harus kami lakukan jika terjadi bencana atau ada musibah yang tidak diinginkan selama berada di wilayah Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cuka Tipe A Tanjung Priok.
Ada yang unik usai pemberitahuan prosuder safety first, petugas mengajak kami berdoa, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, dan menonton video tugas dan fungsi Bea Cukai. Sistem kerja berstandar, proses pekerjaan, keikhlasan dalam bekerja, kecerdasan dalam bekerja tertuang dalam tayangan audio visual.
Berikutnya, Pak Ruliyanto sebagai Kepala Bidang Kepatuhan dan Pengawasan Tugas memberikan sambutannya mengenai tujuan kegiatan langsung kami. Wow, spektakuler mendengarkan penjelasan Pak Ruli bahwa kami akan melakukan kunjungan langsung ke jantungnya bea cukai. Dan benar, setelah berbagai pengarahan, sambutan, dan pemaparan langsung mengenai bea cukai, kami terjun ke lapangan.
Namun, hingga tiba waktu duhur kami harus sabar menunggu momen tersebut. Dalam Ruangan Rapat Kesempurnaan kami masih terus mendapatkan penjelasan mengenai gambaran umum tugas dan fungsi bea dan cukai, inovasi pelayanan, dan pengawasan, pengelolaan sumber daya manusia, strategi membangun budaya anti korupsi, serta prestasi yang telah diraih dalam bidang pengawasan.
Dari sekian banyak pemaparan, saya sesuaikan postingan ini dengan tujuan kunjungan kita, yaitu, “Tour Blogger Hari Anti Korupsi 2015 di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai”. Ada pembahasan menarik mengenai strategi membangun budaya anti korupsi. Selama berada di sana dijelaskan perjalanan reformasi bea dan cukai mulai tahun 1995-2010. Mulai dari reformasi, percepatan, hingga lanjutannya. Untuk mendukung kinerja tersebut terdapat bagian khusus (Bidang Kepatuhan Internal) yang berfungsi utama dalam bidang kepatuhan, seperti pengawasan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan kepabeanan dan cukai, pengawasan intelijen, penindakan, dan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai, serta fungsi-fungsi lainnya.
Strategi yang digunakan Bea dan Cukai untuk meningkatkan integritas atau budaya bebas KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme), di antaranya:
  1. Role model
  2. Whistle blowing sistem, informasi tindak lanjut.
  3. Preventif dan represif
  4. Focus group discussion
  5. CCTV dan hidden cam
  6. Manajemen SDM
  7. Sistem IT
  8. Sinergi dengan pengguna jasa
  9. Reward and punishment
  10. Optimalisasi peran unit kepatuhan internal.
Dan ada Program TCL (Tolak, Catat, Laporkan) sebagai Budaya Anti KKN Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
=) TOLAK pemberian dari pengguna jasa dan dokumentasikan
=) CATAT nama, waktu, tempat kejadian, dan bentuk pemberian.
=) LAPORKAN melalui bidang kepatuhan.
            Bidang Kepatuhan Internal secara rutin melakukan pemanggilan kepada 107 perusahaan yang telah memiliki catatan terkait Program CTL. Pada setiap pertemuan, perusahaan menandatangani Nota kesepakatan komitmen menghindari KKN (Fakta Integritas). Harapan dari pertemuan rutin ini agar dapat mewujudkan cita-cita dalam membersihkan KKN.
            Bagi mereka yang memiliki keluhan dan ingin mengadukannya bisa menggunakan saluran pengaduan Bidang Kepatuhan Internal. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memberikan fasilitas canggih mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Pengadu bisa melaporkan aduannya melalui meja pengaduan dengan datang langsung ke KPU BC Tanjung Priok. Kalau kejauhan atau supaya lebih cepat pengaduannya bisa menghubungi saluran KPU BC Tanjung Priok melalui Telepon / SMS Flexi  : 021-4560300, Telepon / SMS : 081282820777, Fax : 021-43930175, Website : www.bcpriok.beacukai.go.id , Email : pengaduan.kpubcpriok@gmail.com, BBM : Pin 2616B668, atau bisa juga melalui surat. Bagi yang penasaran dengan website DJBC, bisa membuka SIPUMA (www.beacukai.go.id).
(KPU Bea Cukai Tanjung Priok Pelayanan Kepabeanan buka 24 jam)
            Kategori pengaduan yang bisa disampaikan pada DJBC pun beragam, bisa masalah operasional (sikap dan perilaku pegawai, kualitas pelayanan, sistem dan prosedur, sarana dan prasarana), masalah non operasional (pelanggaran tugas dan fungsi, penyalahgunaan penyelewengan), dan lainnya. Berdasarkan grafik pengaduan 2014-2015 terdapat penurunan pengaduan yang sangat mencengangkan karena hampir setengahnya. Menandakan budaya anti KKN berjalan dengan baik.
            Setelah mendapatkan segala macam pemaparan yang begitu lengkap, kami diajak berkeliling lapangan, menyaksikan secara langsung kinerja para petugas di lapangan sekaligus menikmati luasnya pantai di area pelabuhan Tanjung Priok.
(Ruang Ho-Co Scan, tempat pemeriksaan isi kontainer)
(Antusiasme rekan blogger BRID dan mahasiswa Trisakti di ruang pelayanan)
(Alur dokumentasi dari pelanggan ke petugas di kepabeanan Bea Cukai Tanjung Priok)
Terima kasih untuk BRID (Blogger Reporter Indonesia) dan seluruh petugas di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cuka Tipe A Tanjung Priok yang telah memfasilitasi kami melakukan kunjungan berkesan. Semoga BRID dan Bea Cukai makin maju dan selalu terdepan.
(Rekan BRID ngeksis bareng usai keliling pantai di area Pelabuhan Tanjung Priok)

Kamis, 19 November 2015

Nama-Nama Anak Binatang Berbahasa Jawa


Saya belum terlalu bisa bahasa Jawa dan ingin sekali membagikan ini untuk generasi Indonesia. Seluruh tulisan ini hasil copas dari FB grup tertutup Griya Kinoysan Library. Selamat membudayakan kembali bahasa kita.Grup Tertutup
BERIKUT NAMA ANAK BINATANG DALAM BAHASA JAWA YANG MUNGKIN SUDAH BANYAK TERLUPAKAN. . SEMOGA BERMANFAAT. ..
1. Anak ampal jenenge embug.
2. Anak angrang jenenge kroto.
3. Anak asu jenenge kirik.
4. Anak babi jenenge gembluk.
5. Anak bandeng jenenge nener.
6. Anak bantheng jenenge wareng.
7. Anak banyak jenenge blengur.
8. Anak baya jenenge krete.
9. Anak bebek jenenge meri.
10. Anak bethik jenenge menter.
11. Anak blanak jenenge sendha.
12. Anak brati jenenge tongki.
13. Anak budheng/munyuk jenenge kowe.
14. Anak bulus jenenge ketul.
15. Anak cacing jenenge lur.
16. Anak cecak jenenge sawiyah.
17. Anak celeng jenenge genjik.
18. Anak coro jenenge mendhet.
19. Anak dara jenenge piyik.
20. Anak dhorang jenenge tamper.
21. Anak emprit jenenge indhil.
22. Anak gagak jenenge engkak.
23. Anak gajah jenenge bledug.
24. Anak gangsir jenenge clondho.
25. Anak garangan jenenge rase.
26. Anak garengpung jenenge drungkuk.
27. Anak gemak jenenge drigul.
28. Anak glatik jenenge cecrekan.
29. Anak gundik jenenge laron/rayap.
30. Anak iwak jenenge beyong.
31. Anak jangkrik jenenge cendholo.
32. Anak jaran jenenge belo.
33. Anak kadal jenenge tobil.
34. Anak kakap jenenge caplek.
35. Anak kalajengking jenenge ketupa.
36. Anak kancil jenenge kenthi.
37. Anak kebo jenenge gudel.
38. Anak kecapung jenenge jenthit.
39. Anak kemangga jenenge ceriwi.
40. Anak kepik jenenge mreki.
41. Anak kidang jenenge kompreng.
42. Anak kimar jenenge kedah.
43. Anak kinjeng jenenge senggutru.
44. Anak kinjeng dom jenenge undur-undur.
45. Anak kintel jenenge kenthus.
46. Anak kethek jenenge kenyung.
47. Anak kodhok jenenge precil.
48. Anak kumbang jenenge engkuk.
49. Anak kunang jenenge endrak.
50. Anak kremi jenenge racek.
51. Anak kucing jenenge cemeng.
52. Anak keong/kul jenenge krikik.
53. Anak kupu jenenge enthung/uler.
54. Anak kura jenenge laos.
55. Anak kutuk jenenge koncelan/kotesan.
56. Anak kwangwung jenenge gendhot.
57. Anak laler jenenge singgat/set.
58. Anak lamuk/nyamuk jenenge jenthik.
59. Anak lawa jenenge kampret.
60. Anak lele jenenge jabrisan.
61. Anak lemut jenenge uget-uget.
62. Anak lintah jenenge pacet.
63. Anak lisang jenenge beles.
64. Anak lodan jenenge jengkelong.
65. Anak lutung jenenge kenyung.
66. Anak luwak jenenge kuwuk.
67. Anak luwing jenenge gonggo.
68. Anak macan jenenge gogor.
69. Anak manuk jenenge piyik.
70. Anak menjangan jenenge kompreng.
71. Anak menthok jenenge minthi.
72. Anak merak jenenge uncung.
73. Anak nyambik jenenge slira.
74. Anak pe jenenge genyong.
75. Anak pleting jenenge jaringan.
76. Anak pitik jenenge kuthuk.
77. Anak sapi jenenge pedhet.
78. Anak sembilang jenenge lenger.
79. Anak singa jenenge dibal.
80. Anak tawon jenenge gana.
81. Anak tekek jenenge celolo.
82. Anak tombro jenenge bokol.
83. Anak tikus jenenge cindhil.
84. Anak tuma jenenge kor.
85. Anak tongkol jenenge cekethik/cengkik.
86. Anak ula jenenge ucet/kisi.
87. Anak urang jenenge grago.
88. Anak wedhus jenenge cempe.
89. Anak wader jenenge sriwet.
90. Anak welut jenenge udhet.
91. Anak wagal jenenge jendhil.
92. Anak walang jenenge dhogol.
93. Anak warak jenenge plencing.
94. Anak yuyu jenenge beyes.
Nek kurang tambahi dewe..

Bersatu Memandirikan Anak Luar Biasa

  Sebelum adanya pandemi COVID-19, setiap hari Selasa, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, peserta didik SLB B Sukapura kelas tinggi, sebu...