Kamis, 03 September 2015

Kembar, Kompak Hingga Dewasa


Beberapa kali mengikuti kegiatan bersama kembar Eva-Evi, membuat saya makin penasaran dengan dunia anak kembar. Mulai dari kecil hingga kelak dewasa.
Menurut saya, Eva-Evi benar-benar kompak. Sewaktu saya bertanya tentang dunia mereka, jawaban keduanya sama, baca saja buku TwiRies, di situ ada semua, kok.
(Eva-Evi & Kang Ade Truna di acara launching Rio Febrian)
Persamaan dan kekompakan mereka begitu nyata saat acara Gathering Komunitas Twins Universe. Minggu (02/08/2015), di Warunk Upnormal, Jl. Cihampelas 56 A, acara yang mereka gelar sangat sukses.
Dalam acara Twin Universe (TwiVers), komunitas buat para anak kembar, atau siapa saja yang penasaran, tertarik dunia anak kembar, komunitas ini adalah tempat paling tepat untuk menjadi anggota. Komunitas yang didirikan di Bandung, 28 Juli 2015 ini menjadi tempat sumber informasi seputar dunia kembar, berteman, dan berkumpul bersama anak kembar.
Awalnya komunitas TwiVers ini saling sapa di dunia maya. Namun, pada Agustus 2015 ini, setelah lebih dari setengah tahun, akhirnya mereka mengadakan gathering.
Dalam acara ini banyak ilmu seputar dunia kembar dari ahli psikolog, maupun secara langsung saya saksikan. Ternyata oh ternyata, dunia kembar begitu menarik dan asyik. Meski mungkin pendapat setiap orang berbeda.
Melalui talkshow anak kembar dari segi komunikasi dan psikologi, Ike Junita (Dosen Komunikasi UNISBA) dan juga Dr. Siska Nurohmah, M.Sc (Medical Practioner) mengungkapkan beberapa pengetahuan sekaligus fakta anak kembar dalam dunia nyata.

Dari segi komunikasi, anak kembar mempunyai bahasa sendiri. Teori tidak berlaku ketika kembar lahir. Banyak orang menuntut persamaan dari anak kembar. Ujungnya, satu kecewa karena tuntutan sama keinginan dari mereka berbeda.
Ada suatu saat, di mana kembar tidak akan sama. Mereka punya masa depan sendiri walau kembar identik sekalipun, tetapi berbeda walaupun lahirnya sama. Kekuatannya adalah sama. Apabila anak kembar hidup sendiri-sendiri, luar biasa sangat tidak mudah karena sudah nyaman bersama. Kemungkinan salah satunya akan kurang percaya diri.
Mengamati karakter anak kembar, akan mendapati segala sesuatu yang berbeda. Sayangnya, biasanya maunya orangtua, mereka harus sama. Hal tersebut berdasarkan pengamatan bersama.
Ketika dewasa, kembar tidak akan sama minat dan kemauan, karena mereka memiliki kesadaran yang ingin dibangun.
Uniknya, anak kembar punya kekuatan komunikasi non verbal terutama dengan kembarannya. Keunikannya membudaya lebih luar biasa. Seakan membentuk telepati tinggi. Dalam menanganinya tidak boleh menggunakan standar yang sama. Keunikan mereka menjadi perhatian, ada hal diluar harus telusurui bersama.
Secara komunikasi, kembar punya hal ajaib bernama empati, menempatkan diri pada posisi orang lain. Memiliki karakter masing-masing. Khas tidak mudah dipahami orang lain . Dapat menciptakan kode-kode sendiri antara mereka.
Anak kembar, sedari awal sebenarnya sudah punya sense of identitas. Mulai usia 5 tahun, kembar sudah mulai memiliki keinginan sendiri. Bahasa non verbal, sangat personal makin tidak universal, misalnya saja lirik-lirikkan satu sama lain. Ketika ditanya melihat kembaran berarti ada sesuatu yang disembunyikan. Komunikasi non verbal, spesifik terjadi dianatara 2 orang yang tidak berlaku untuk orang  lain. Hanya berlaku pada 2 anak kembar, mereka seakan tidak sadar tidak seperti pada komunitas yang lain.
Kalau lihat verbalnya bisa saja tidak jujur, dan bahasa non verbal  mereka lebih jujur daripada bahasa verbal. Hal demikian karena memang mereka memiliki waktut lebih banyak (intensitas)
Metode untuk menumbuhkan kepercayaan masing-masing, bisa saja dengan cara anak pergi sendiri-sendiri, punya ruang-ruang sendiri yang tidak terkait hingga rasa nyaman tumbuh menjadi pribadi lebih kuat. Bahasa non verbal tidak hanya berkembang dengan  Kode, mungkin ada bahasa lain dan  hanya anak kembar saja yang mengerti.
Dalam acara bertabur hadiah, baik untuk mereka yang kembar, atau tamu undangan lainnya ini, saya sempat mengobrol dengan sepasang lelaki kembar. Hasilnya membuat saya tercengang.
Mereka adalah Getar Kembara dan Galuh Guruminda. Nama kembar terasa Sunda banget. Getar Kembara lahir hari Jumat pas azdan Jumatan. Di rumah semua perempuan, cowok-cowoknya pada pergi ke masjid. Saat kelahirannya, Getar membuat sekampung menggemparkan.
Dulu itu belum ada USG seperti sekarang. Tidak seorang pun menyangka Getar akan memiliki kembaran. Tahunya lahir satu, eh ternyata lahirnya dua, jadi kembar. Makanya satu  kampung jadi gempar.
Proses kelahir mereka sebenarnya beda setengah jam. Getar lahir pas azdan Jumatan, dan Galuh lahir waktu sesudah iqomat. Keduanya sama tinggal di Bandung. Sama-sama menyukai main game, bola.
Sebelum orbrolan berakhir, mereka memberikan tips sebagai anak kembar. Supaya persaudaraannya awet, seperti mereka sampai sekarang, maka harus jaga jarak. Mereka memilik habit dan kebiasaan sama, tetapi untuk hal-hal tertentu berbeda dan harus saling menghargai. Kuliah mereka pun berbeda, sesuai keinginan sendiri.  Namun saat SD, SMP, SMA mereka masih  bareng dan satu sekolah.  Bakat mereka pun sama  di bidang seni. Bedanya yang satu mendalami Seni Rupa di ISBI dan satu lagi mendalami animasi.
Bagi yang ingin melihat kemeriahan acara gathering, bisa intip nih foto-fotonya.

(Bhai Benny Rhamdani asyik ikut even lomba livetwit. Eh, beliau mah aktifnya di IG)
(Efi Blogger Bandung)
(Persiapan lomba khusus untuk mereka yang kembar)
(Lomba joget khusus kembaran)
(Pemenang)





Rabu, 02 September 2015

Kemeriahan Konser #Love15Rio di Balai Sarbini Sudirman


Saya belum pernah menonton konser musik secara langsung. Maka, ketika ada tawaran dari Telkom saya langsung menyetujuinya. Tentunya, dengan beberapa syarat yang harus saya penuhi terlebih dahulu.
Pada hari H (Rabu, 12/8/15), perjalanan dari Bandung ke Jakarta cukup menyenangkan. Hal ini karena saya satu perjalanan dengan rekan-rekan Blogger Bandung. Sepanjang jalan di dalam mobil yang dikendarai Alfi, kami bersenda gurau juga asyik selfie.
Bersyukur sekali rasanya bisa seperjalanan bersama blogger yang sudah punya nama dalam dunia masing-masing, seperti: Kang Ade Truna, Hilman Nugraha, dan kembar Eva-Evi yang sangat terkenal dengan karya-karya tulisnya juga komunitas @TwiVers.
Begitupun saat acara. Sungguh-sungguh heboh. Bertabur artis dalam ruangan sebagai penonton maupun beberapa penyanyi yang menjadi teman duet Rio Febrian di atas panggung.
Hidup penuh dengan cinta, itulah kesan dari semua lagu yang dibawakan suami Sabria Sagita Kono malam itu.
Di atas panggung yang cukup luas, awalnya Rio membawakan lagu Aku Ada Di Sini (2014), Wanita (2006), Aku Bertahan (2009).


Saat Rio menyanyikan lagu Nada Kasih yang pernah populer dinyanyikan Fariz RM dan Neno Warisman, terasa menjadi berbeda. Sentuhan masa kini dan hentakannya membuat penonton ikut bergoyang mengikuti irama musik. Bukan hanya itu saja, Rio pun berhasil mengubah lagu lawas Why Do You Love Me menjadi lebih berbeda, alunannya begitu tenang menghanyutkan.
Ada hal yang menarik berupa tayangan rekaman Glenn Fredly yang membuat saya memahami, semua orang memiliki impian.
“Konser itu impian setiap penyanyi, spirit yang sangat membahagiakan
Saya pikir, Glenn tidak akan ada. Ternyata ketika Rio membawakan lagu Katakan Kau Milikku (2001), mendadak di tengah lagu, alunan musik menjadi jazz. Menjelang akhir lagu tsb, Glenn hadir ke atas panggung membuat suasana makin riuh. Mereka berdua tampil memukau.
Panggung makin hangat dengan obrolan dan candaan Rio-Glenn di atas panggung. Waktu Glenn menyapa Tompi di antara penonton VIP, saya cukup tertegun. Ternyata konser ini banyak artis yang datang. Sebelum Glenn mengakhiri duetnya, malam itu mereka membawakan All My Life.


Duet memukau antara Rio dan Glenn berlalu. Saya kembali terpaku menikmati alunan terompet, begitu melengking, panjang, namun sangat teratur. Berhubung saya belum tahu siapa namanya, jadi malam itu saya berusaha bertanya kepada rekan sesama Blogger. Ternyata pemain terompet itu bernama Rio Sidik. Duo Rio dalam satu panggung dengan beda keahlian.
Riuh tepuk tangan penonton menyemarakkan lantunan lagu Jenuh (2006). Rio Sidik ini terkenal di belahan bumi Eropa dan Australia. Mereka kompak mempertontonkan keahlian masing-masing. Pada bagian-bagian nada tinggi lagu yang dibawakan Rio Febrian, Rio Sidik melengkingkan bunyi terompetnya. Beberapa lagu duet mereka malam itu yaitu; Tiada Kata Berpisah (2001).


Kejutan demi kejutan seakan terus membanjiri konser tunggal Rio Febrian. Malam itu tampil juga pianis sekaligus komposer musik, Andi Rianto yang duduk di depan piano. Dalam tempo lambat, Rio membawakan lagu Bukan Untukku (2001)

Tak hanya sampai di sini saja. Dalam concert #Love15Rio ini tampil juga Yovie Widianto. Kerja sama menampilkan lagu Salahi Aku (Single dari album kolaborasi Yovie W-2005) dan Lebih Baik Darinya (satu album Kau Ada Di Sini).  
Panggung makin semarak dengan hadirnya Audy. Rio-Audy membawakan lagu Janji di Atas Ingkar. Sayang sekali rasanya keinginan penonton tak terpuaskan karena Audy hanya membawakan 1 lagu.

Usai itu Rio kembali menyanyikan lagu Maafkan (2004, satu album dengan Ku Ada Di Sini). Kemudian menyanyikan lagu Matahari (Album ke-6, “Love Is”, tahun 2015). Lagu ini, Rio dedikasikan untuk istrinya. Suasana semakin romantis ketika Rio membagi-bagikan puluhan kuntum bunga mawar. Keramaian penonton yang berebut tidak dapat dihindari. Semuanya maju untuk mendapatkan bunga pemberian Rio. Apalagi aksi pemberian bunga dilakukan berulang-ulang.
Kian lama, suasana kian semarak. Tidak hanya penonton yang bergerak ke depan mendekati panggung. Tetapi, artis-artis juga merapat ke panggung. Indi Barends, Ben Casavani (mantan suami Marshanda), Heidi Yunus (Kahitna), membuat suasana luar biasa. Apalagi menjelang akhir, tampilan layar berupa sayap seakan mengukuhkan Rio untuk terus terbang berkarya.
Malam yang sungguh indah. Terima kasih Telkom Indonesia, Indihome Fiber yang telah memberikan kesempatan untuk kami menikmati konser cinta Rio Febrian

Selasa, 18 Agustus 2015

Cawan Kitchen: Menu Serba “Bali” Pilihan Pengunjung


Masuk ke dalam ruangan di Cawan Kitchen (CK) langsung terasa suasana berbeda. Jelas saja, setelah menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor, menghirup polusi udara di jalanan, mendadak isi kepala dipenuhi lezatnya makanan. Aroma debu jalan raya vs. aroma makanan, jelas bedanya sangat jauh. Apalagi di ruangan CK itu terang tapi suasana tenang. Hmmm... pokoknya pencahayaannya bikin betah. Tidak redup, juga tidak terlalu terang.
Apalagi ketika melihat di meja sudah tersedia 3 lembar kertas berbeda. Isinya daftar  minuman dan juga makanan. Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan sering penasaran dengan kekhasan makanan Indonesia, mata saya langsung membuka lebar pada bagian paling atas kertas daily recipes. Nasi Goreng Bali. Yuhu, langsung penasaran pakai pisan (Sunda; banget).
Berhubung saat itu teman-teman dari Blogger Bandung belum datang, maka kesempatan itu saya gunakan untuk mencari tahu lebih banyak mengenai Cawan Kitchen. Di bagian belakang, dekat mushola, saya melihat seorang chef sedang sibuk di area barbekyu.
Saya dan beberapa blogger lain langsung penasaran dan meminta chef ini berbincang. Alhasil, lumayan banyak informasi yang kami dapat.
(Blogger Bandung: K' Fauzi, K' Koko Nata+Chef Yuda)
Usut punya usut (ye ileh sudah kayak mau nuntasin kasus saja, hehe), ngobrol dengan  Chef Yuda, makin menambah kesan kalau di Cawan Kitchen itu, Nasi Goreng Bali dan Ayam Bakar Bali menjadi andalannya. Aslinya, bahagia banget tahu hal ini.
Sudah pasti tahu dong kenapa. Yop, benar banget karena sebagai warga Indonesia, saya bersyukur makanan khas Indonesia masih menjadi raja di negerinya sendiri. Padahal bisa juga sih pengunjung pada penasaran dengan menu khas dari Indonesia itu sendiri (cinta makanan khas Indonesia kali ya).
 (Menikmati sajian nasi Goreng Bali di Cawan Kitchen)
Nasi goreng Bali di Cawan Kitchen memang unik. Biasanya tuh makanan disajikan di piring. Kalau di CK, nasi goreng Bali disajikannnya mirip di penggorengannya. Plus ada tempat terpisah untuk si kriuk-kriuk kerupuk.
Mau tahu rasanya? Bagi penyuka pedas, bisa datang langsung nih ke Cawan Kitchen di Jl. Ciumbuleuit No. 85, lalu pesan nasi goreng Bali, hahaha. Dijamin enggak bakal nyesel. Malah yang ada pengin balik lagi.
Rempah-rempah asli Indonesia di nasi goreng Bali itu lho, benar-benar terasa di lidah. Apalagi tampilannya menarik, bakal kebayang-bayang terus di mata, rasanya pun enak, beuh... sudah pasti susah sekali rasanya untuk dilupakan. Maunya sih, lidah tak berhenti mengunyah. Terus, kalau menunya Indonesia banget, saya mah pasti penasaran pisan.Begitulah kesan pertama ketika berada di Cawan Kitchen.
Selain nasi goreng Bali, menurut Chef Yuda yang sudah menekuni kuliner dari  tahun 2005 dan gabung di CK sejak 3 bulan lalu, ayam goreng Bali juga menjadi pilihan banyak pengunjung. Yah, kesan saya nih tempat bakal terkenal dengan menu khasnya yang serba “Bali”. Padahal, di CK banyak jenis makanannya. Sudah begitu, masing-masing hari ada menunya, seperti  western, barbekyu special italia, brusechetta, dll, diluar menu yang disajikan. Kalau ada pesanan dari pengunjung, baru disajikan.
(Ayam Bakar Bali di Cawan Kitchen)

Nih ya menu lainnya yang ditampilkan saat keluarga Blogger Bandung dinner: nasi goreng Bali, nasi goreng kampung, mie goreng rica, mie goreng tom yam, mie rebus tom yam, mie godhog, ayam bakar Bali, ayam goreng sambal matah, ayam bakar madu, tahu lada garam, tahu sambal matah, beef burger with cheese, mushroom Swiss beef, classic grilled cheese sandwich, hotdog bolognaise sauce, hot dog gravy sauce, boneless crispy chicken with gravy sauce, poutine, green tea toast with kitkat, happy toast, cheese mushroom toast, pavarotti toast. (Just info aja, hampir semua tuh makanan saya cicipi, minta dikit-dikit dari blogger lain.)
Restoran yang memiliki 18 karyawan dengan 6 chef dan sistem kerja 2 shift ini menawarkan konsep lebih ke ala zaman dulu. Penasaran? Langsung datang saja. Buktikan sendiri. Kang Emil (Ridwan Kamil), wali kota Bandung saja sudah pernah mengunjunginya. Kok tahu? Ya jelas lah, waktu Blogger Bandung sudah bersiap pulang, Kang Emil datang bareng keluarganya. Langsunglah kita minta foto. Dan sambutannya ramah banget.
(Blogger Bandung berpose bareng Kang Emil- Dok. Euis Blogger Bdg)
Ya sudahlah, ayo kita balik lagi ke menu di Cawan Kitchen. Menurut Chef Yuda yang katanya “selalu happy kalau di sini”, minuman pink lemonade jadi minuman yang paling banyak dipesan. Iya sih, cukup unik untuk strawbery dan lemon sirupnya paling special. 
Oya, ini nih minuman yang disajikan saat kita berada di CK; pink lemonade, cookies and cream, oasis tea (lychee), oasis kiwi, midnight in Paris orange, oasis peach tea, Italian strawberry mocktail, kiwi lemorade, mojito, ice/hot sweet tea, ice/hot lemon tea, black coffee, cappucino, caffe latte, hazelnut, tiramisu.
Enggak bakal rugi kalau ke tempat ini. Harga minimalis makanan berkelas. Rate harga minuman di CK mulai dari Rp6.000,00 untuk es tea atau swet tea hingga Rp15.000 untuk minuman yang unik-unik.
Harga makanannya pun enggak bakal nguras isi dompet. Yaiyalah, makanan di CK harganya mulai dari sepuluh ribuan berupa macam-macam tahu sampai Rp35.000,00 untuk makanan yang bikin penasaran lidah dan mata yang melihatnya.
Oh iya, di Cawan Kitchen ini ada juga lho martabak yang bikin mulut asyik ngunyah. Apa tuh? Shaffron, di bagian bar tertera jelas. Lebih jelasnya, postingan berikutnya ya. Ini kayaknya sudah kepanjangan. Bahkan kalau cerita menu lainnya di CK, masih bisa melebar nih kata-katanya.






Rabu, 05 Agustus 2015

Vandroid X7: Gadget Murah Berfasilitas Canggih dan Berkualitas Tinggi


Gadget berfasilitas canggih selalu menjadi incaran konsumen. Apalagi jika harganya tergolong kategori terjangkau masyarakat umum. Tentunya, ini menjadi kelebihan tersendiri. Membuat siapapun penasaran akan keberadaan gadget seperti ini.
Itulah yang mendorong saya untuk menghadiri acara yang diadakan ADVAN untuk memperkenalkan gadget terbarunya, Senin (3/8/15). Meski harus menempuh perjalanan jauh dari Bandung ke  Hotel Fairmont di Jakarta, tetapi banyak sekali pengetahuan dan gift yang saya dapat. Tampaknya, bukan hanya saya saja yang tertarik. Namun, saya melihat antusiasme blogger yang berada di ballroom juga. Mereka sangat penasaran dan ingin sekali bertanya ini itu kepada pihak manajemen. Sayangnya, selama acara berlangsung waktunya cukup singkat.

Antusiasme Blogger untuk lebih mengenal Vandroid X7 – Dok. Susanti Hara
Dalam acara ADVAN Blogger Gathering, saya jadi tahu banyak yang Advan tawarkan dengan andalan terbarunya, Vandroid X7, Tablet PC Berotak Komputer dengan processor terbaru di dunia. Tablet 7 inci ini dibandrol dengan kisaran harga sejuta lebih sedikit, atau tepatnya saat ini Rp1.099.000,00. Harga fantastis untuk gadget dengan dukungan otak komputer Intel yang cerdas.
                Sebagai penggunan tablet Advan W100, saya sangat antusias dan menyambut baik akan hadirnya Vandroid X7. Sudah terbayang nantinya, dengan dukungan prosesor terbaru Intel yang terdapat dalam gadget segenggaman tangan ini akan sangat memuaskan penggunanya. Saya sendiri baru tahu kalau Advan memproduksi gadgetnya di Semarang, Jawa Tengah.
(Penjelasan Vandroid X7 - Dok. Susanti Hara)
                Advan menjadi wujud kebangkitan brand lokal. Tentunya, perusahaan satu ini sudah siap bersaing dengan perusahaan asing.  pelayanan gadget canggih dengan harga terjangkau sebagai andalan, tentu akan mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Salah satunya mungkin dari para blogger yang hadir dalam acara Advan Blogger Gathering.
                Perusahaan yang berkomitmen sebagai produk lokal tuan rumah di negerinya sendiri ini menyediakan teknologi untuk semua orang. Salah satunya ADVAN Vandroid X7. Prosessor canggih di dalamnya dibarengi RAM 1 GB, Memori 8 GB, Android Kitkat  5.1  Lolipop, dual simcard, 2 Mpixel front camera, dan kelebihan lainnya mendapat paket Kartu Mentari Indonsat berbonus pulsa Rp240.000,00.
Lahirnya gadget baru ADVAN telah menyuburkan industri kreatif yang dikembangkan oleh anak negeri sebagai awal kemandirian bangsa. Produk lokal kualitas dunia serta diimbangi performa canggih dan brilian Intel Atom. Kolaborasi yang dapat meningkatkan ketahanan baterai yang tahan hingga dapat dipakai berlama-lama, mampu menyimpan aplikasi dan data lebih banyak untuk aplikasi musik, foto, dan video. Layanan yang nantinya dapat lebih kuat bahkan sangat kuat, lebih lancar, lebih jernih, halus, dan efisien.
Dalam kegiatan kali ini ada hal yang sangat menarik berupa Penandatanganan Dukungan Blogger untuk kebangkitan brand lokal saat acara #AdvanX&UtkIndonesia.
Penandatanganan Dukungan Blogger untuk kebangkitan brand lokal saat acara #AdvanX&UtkIndonesia - Dok. Susanti Hara
Terima kasih untuk ADVAN dan juga KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger) yang telah memberikan kesemptan kepada saya menjelajahi lebih jauh produk karya anak bangsa, produk dalam negeri yang begitu dekat.

Kamis, 30 Juli 2015

Merdeka Berkomunikasi dengan IndiHome 100% Fiber


Komunikasi merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu komunikasi langsung face to face, atau berkomunikasi melalui media sosial, dan telepon. Selain komunikasi, hiburan pun menjadi bagian penting agar kepenatan hidup setelah menjalani aktivitas sehari-hari mencair dan berganti dengan suasana yang menyenangkan.
Tampaknya inilah yang ditawarkan Telkom Indonesia melalui program IndiHome Fiber, Saatnya Beralih ke Fiber, Indihome 100% Fiber.
Melalui pemaparan Pak Hen Hen, bersama teman Blogger Bandung, saya mendapatkan kesempatan untuk mengetahui produk yang satu ini. Selain itu saya mengikuti apel persiapan kerja pada sore hari.

(Blogger Bandung berpose bareng sebelum apel pembukaan kerja PT. Telkom)
(Suasana tertib apel pembukaan kerja PT. Telkom)
(Pemeriksaan barisan Blogger Bandung oleh Inspektur Upacara)

Sempat terkejut waktu tahu apel persiapan kerja ada pada sore hari. Tapi, ketika apel berlangsung, tahulah saya kenapa apelnya sore. Meskipun apelnya sore, tetapi semangnya tetap pagi. Saat apel ini saya sangat takjub. Begitu semangatnya para pekerja mengikuti setiap acara apel dengan tertib.
Pemimpin upacara saat itu pun berapi-api menyulut semangat ketika memimpin pasukan dan memberikan amanatnya, agar semua tetap positif bisa mencapai target 300.000 yang saat ini baru tercapai 50.000.
Antusiasme peserta apel sore pun membuat saya takjub ketika semua kompak berteriak, BISA. Bahkan para blogger pun menyuarakan hal positif yang sama, “BISA”.
Menurut Pak Hen Hen, Telkom mengelola 2 produk rumahan (IndiHome dan Wifi.Id). IndiHome ini menyediakan fasilitas layanan internet, telepon, dan juga interactive tv. Fasilitas menarik untuk memanjakan pelanggan. Sedangkan wifi.id merupakan penyedia internet.
(Pak Hen Hen dari Indosat sedang memberikan penjelasan tentang produk PT. Telkom)
Dalam perjalanannya beralih ke Fiber Optik, tentu banyak kendala. Misalnya saja, belum semua wilayah dapat terlayani, adanya gangguan jaringan, atau mungkin kendala lainnya. Bukankah itu hal yang lumrah. Setiap memulai sesuatu yang baru, pasti ada kendala atau hambatan yang harus dilewati sebagai proses menuju keberhasilan. Dan ini justru membuat pihak Telkom terus meningkatkan kualitas pelayanannya.
Bagi anda yang memiliki masalah/ gangguan/hambatan dengan jaringan layanan dari PT. Telkom, jangan khawatir, bisa menghubungi telepon 147, atau untuk anda yang aktif menggunakan media sosial, bisa mention ke @TelkomCare atau @TelkomPromo. Tanggapannya sangat cepat, saya membuktikan waktu kegiatan livetweet dan follower saya pun telah membuktikannya.
Jadi, tak usah ragu untuk menggunakan jaringan baru Telkom Fiber. Selamat menikmati semua fasilitas dari perusahaan yang telah memiliki kepercayaan tinggi. 

Rabu, 29 Juli 2015

Film Comic 8: Casino Kings Part 1, Kocak Menegangkan


Film yang mulai tayang perdana tanggal 15 Juli 2015 ini, tampaknya benar-benar sedang diminati para penggemar film. Buktinya, ketika kemarin, Jumat (24/07/15), saya bersama teman ke bioskop yang ada di BIP, antriannya sangat panjang untuk menonton film ini.
(Antrian penonton saat saya menonton untuk kedua kalinya)

Adegan-adegan awal memukau, menegangkan, sekaligus membingungkan. Bagaimana tidak? Di tengah hutan para comic keluar dari beberapa tempat. Misalnya saja ada comic yang keluar dari koper, tong, dan sebagainya. Adegan demi adegan para comic dimakan predator buaya makin membuat bingung. Kalau mereka semua mati, lantas nanti siapa yang akan melanjutkan permainan dalam film ini? Hehe, dangkal amat pemikirannya.
Ternyata alur cerita dalam film ini zigzag atau bolak-balik. Alur film ini sukses menyedot perhatian saya untuk tahu jalan ceritanya hingga tuntas. Ditambah lagi guyonan para pemainnya yang mengocok perut, dan juga efek canggih yang membuat film ini sangat “hidup” dan berbeda dari film yang pernah saya tonton sebelum-sebelumnya.
Pada awalnya, terlalu banyak pemain membuat saya bingung. Namun, guyonan khas para Comic yang sudah sering tampil di berbagai acara ini membuat saya mudah mengenali mereka.
Sebenarnya, kalau melihat banner promo film sudah bisa ditebak siapa pemeran yang menjadi The King.  Namun, saya sempat terjebak, menyangka The King itu seorang lelaki ketika sedang berbicara menantang para comic melalui media peralatan canggihnya. Eh, ternyata The King itu seorang perempuan. Sosok artis yang tentunya sudah sangat terkenal dalam dunia hiburan tanah air.
Film yang bercerita tentang 8 agen rahasia yang dikepalai Indro Warkop ini hendak memberantas kejahatan dan perjudian terbesar di Asia. Untuk memperlancar usaha mereka, para Comic harus menyamar menjadi stand up comedian yang berkeliling ke berbagai kota hingga dapat terhubung dengan jejaring The King.
Melalui perantara seorang perempuan cantik, para Comic akhirnya sampai juga di pulau yang sangat cantik dan tertata rapi di tengah lautan yang menjadi tempat The King berada.
Para Comic harus menerima tantangan sekaligus mengalahkan rintangan agar dapat memecahkan setiap masalah. Di antara mereka sempat terjadi perpecahan akibat perbedaan pendapat dan saling tidak mengenal. Namun, akhirnya masalah mereka terselesaikan.
Film ini memiliki keunikan yang menurut saya pribadi belum saya temui di film lainnya, seperti; selain menggunakan kata-kata yang menggelitik, body language para pemain pun sangat mendukung untuk menyedot perhatian penonton hingga menimbulkan gelak tawa, peralatan yang digunakan para pemainnya sangat mendukung berupa peralatan canggih masa kini, setting tempat yang sangat menawan membuat bertanya-tanya, adakah pulau secantik tempat kediaman The King itu di Indonesia? Dll
Well, film ini benar-benar memiliki aksi menarik. Meski menegangkan jalan ceritanya karena para Comic ini harus menjadi agen rahasia dengan menghadapi halang rintang, namun jadi kocak ketika diperankan oleh para komedian.
Semoga film keduanya masih tetap bisa nonton juga. Terima kasih untuk Indosat dan teman-teman Blogger Bandung yang memberikan kesempatan untuk nonton film yang membuat saya bingung menjelaskan dengan kata-kata karena alur ceritanya bolak-balik. Tapi, para pemainnya memang keren-keren, sudah sangat familiar dan terkenal di jagat hiburan. Selain 8 orang Comic terkenal (Mongol Stress, Ernest Prakasa, Kemal Palevi, Bintang Timur, Babe Cabita, Fico Fahriza, Arie Kriting, dan Ge Pamungkas), juga dibintangi aktor dan aktris terkenal sejak zaman dulu (Indro Warkop, Barry Prima, George Rudy, Willy Dozan, Lydia Kandau, Donny Alamsyah, Yayan Ruhiyan, Agus Kuncoro, Boy William, Nikita Mirzani, Indro Warkop, Sophia Latjuba, Prisia Nasution, Pandji Pragiwaksono, Soleh Solihun dan Hanna Al Rashid, dan pemeran lainnya)
Beruntung juga saat itu bisa mengabadikan artis yang datang meskipun terburu-buru karena pintu studio sudah dibuka, dan juga cukup berdesak-desakan



Jumat, 10 Juli 2015

Bukber BRID, Bukan Sekedar Buka Puasa Bersama


Selasa, 7/7/15, memiliki kesan tersendiri. Pada hari tersebut, di bawah cerahnya langit Jakarta, admin dan anggota BRID mengadakan buka puasa bersama. Banyak sekali kejutan yang saya rasakan dan nikmati.
Saat registrasi, sambutan panitia sangat ramah. Tak segan mereka memperkenalkan diri. Walaupun sebenarnya saya agak gelisah karena ruang tengah restoran Warung Daun, jalan Cikini No.26 Jakarta pusat, agak sepi. Hanya tampak panitia dan beberapa orang di ruangan tersebut.
Namun begitu diarahkan ke taman restoran, saya cukup takjub. Di area tersebut sudah berjajar blogger yang sedang bersenda gurau, bercanda dengan kawan sesama blogger di meja makan. Sebelum acara dimulai, saya sempat mengobrol. Senang sekali karena ternyata saya bertemu beberapa blogger yang sudah saya kenal sebelumnya. Mbak Wylvera dan Mbak Helda, misalnya.
(Suasana keakraban di meja taman. Dok. SusantiHara)
Begitu Mas Ulish Anwar membuka acara, terasa sekali kehebohan seluruh peserta karena adanya tantangan untuk memberikan testimoni tentang BRID dan admin favorit. Dari tantangan ini saya menjadi tahu lebih banyak tentang ketegasan BRID. Bagi anggota yang ikut acara dan tidak membuat reportase, berarti harus bersiap untuk dikeluarkan.semua anggota harus belajar jadi blogger profesional. Komitmen dan disiplin datang ke acara, kemudian membuat reportasenya. Semua blogger BRID harus memiliki tanggungjawab untuk menjadi blogger profesional, bukan hanya sekedar ikut gabung.
(Mas Ulish Anwar memandu jalannya BUKBER BRID)
Sambutan Mas Hazmi Fitriyasa, sebagai Founder BRID pun tak kalah menariknya. Lelaki bertubuh tinggi besar yang terkenal dengan Hazmi Srondol ini menceritakan tentang sejarah internet yang sulit diakses di masa lalu. Komunitas blogger ada karena dukungan internet. Selain itu tentang penyampaian harapan untuk pembebasan Pak Indar Atmanto.
Pak Indar merupakan salah satu penggagas jaringan internet dan menjadi tokoh internet di Indonesia. Beliau konsen sebagai penggiat telekomunikasi dalam bisnis telekomunikasi. Sebagai penggagas internet, perannya sangat penting dalam pengembangan bisnis online. Berawal dari IM2 kemudian terus berkembang menjadi seperti sekarang ini. Pada awal 2.000 an, era dot com hancur dan muncul platform Blogspot secara gratis.
Awal kemunculannya, internet sangat sulit untuk diakses. Operator periode awal internet di Indonesia adalah IM3 yang belum secanggih sekarang dapat digunakan dengan genggaman tangan secara mobile. Pak Indar ini pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY sebagai tokoh internet dengan jaringan 3G.
Begitu Ibu Amy Atmanto memberikan sambutan, saya sangat terharu. Waktu zaman masih kuliah di UNJ, saya pernah mengajar privat Mas Opih, putranya. Sekarang bisa bertemu lagi dalam kondisi saya seorang guru yang juga menulis, dan membagikan tulisannya melalui blog.
“Tidak ada wanita yang tidak cantik. Yang ada hanya wanita yang tidak tahu membuat dirinya menjadi cantik,” slogan Ibu Amy Atmanto yang akan selalu saya ingat.
Ibu Ami mendukung Blogger Reporter Indonesia untuk terus maju. Sekaligus memohon doanya untuk kebebasan suaminya. Masih menurut Bu Amy, “Pekerjaan yang paling membahagiakan baginya adalah menulis.”
Dan jujur, sama seperti yang saya rasakan. Menulis memang begitu menakjubkan. Banyak keajaiban telah saya dapat. Bertambah teman, bertambah income, juga makin banyak pengetahuan.
Untuk siapapun, ayo berpartisipasi mendukung kebebasan Pak Indar Atmanto. Caranya cukup mudah. Buka web http://www.bebaskanIA.tk lalu vote untuk kebebasan Pak Indar sekaligus melancarkan kelanjutan teknologi internet dimasa depan.
Saat bercerita tentang suaminya, Bu Ami sampai meneteskan air mata. Dari sisi yudikatif, Pak Indar dinyatakan masih bersalah. Sekalipun dari eksekutif tidak mempersalahkan. Saya secara pribadi dan mungkin umumnya seluruh jajaran di BRID mendoakan kebebasan Pak Indar Atmanto, sebagai bagian dari mereka yang telah berjasa memberikan layanan internet murah dengan berbagai fasilitas menarik.
Ibu Amy berharap terhadap pemerintah agar memberikan perhatian khusus terhadap kasus Pak Indar, karena tentunya akan berpengaruh pada masa depan telekomunikasi Indonesia. Di sela-sela acara, saya sempat menemui Ibu Ami. Respek sekali beliau menyambut dan memperlihatkan koran Headline New York Times tentang Pak Indar.
Untuk lebih memantapkan makna buka puasa bersama, kegiatan ini pun diisi ceramah oleh Dr. Ruli Nasrullah yang terkenal dengan sebutan Kang Arul. Dalam kesempatan kali ini Kang Arul membahas tentang komunikasi dan dakwah. Saat sedang asyik menyampaikan materi ceramahnya, tiba-tiba terhenti sejenak karena kedatangan Ibu Yeni Wahid. Peserta bukber makin heboh dan antusias untuk mengabadikan keberadaannya dalam kegiatan BRID kali ini.
Kang Arul menyampaikan filosophi BRID (Brave-Respect-Inspiratif-Development). Dengan rincian:
1.    Brave. Menjadi blogger harus berani dalam menulis dan mengambil tindakan.
2.    Respect. Meski berani tetap harus respek terhadap orang lain. Menulis itu butuh passion, perjuangan, maka hormatilah karya orang lain sebagai sesama pejuang. Berani menulis tanpa copy paste. Menulis itu perlu pengorbanan, empati, menaati aturan. Gunakan blog untuk menyampaikan kebenaran.
3.     Inspiratif. Seorang blogger harus menginspirasi seperti halnya Rasulullah SAW yang menginspirasi umatnya.
4.    Development. Seorang blogger harus bisa mengembangkan diri sendiri, jangan terlalu puas diri tetapi harus bisa menemukan ilmu lainnya.
“Blogger itu adalah sebuah profesi, bukan hanya pekerjaan sampingan. Tetapi juga bisa menjadi pekerjaan yang benar-benar menghasilkan,” kata Kang Arul. “Kalau diniatkan baik, semuanya akan baik. Niatkan dalam hati agar menjadi blogger yang mampu menyebarkan kebenaran dan kebajikan.”
Usai menuntaskan ceramahnya, adzan maghrib berkumandang. Sebelum menyantap hidangan dengan menu variatif, diadakan terlebih dahulu doa bersama untuk kebebasan Pak Indar Atmanto, kemudian membaca doa buka puasa bersama-sama.
Setelah shalat maghrib dan berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan pengumuman sekaligus pembagian hadiah dan juga pembagian goodie bag, serta fee pengganti transport.
Acara buka puasa bersama ini benar-benar berlangsung sangat meriah. Pokoknya berkesan habis. Hampir seluruh peserta antusias melaporkan setiap kejadian di tempat melalui kegiatan live tweet, sampai-sampai #BukberBRID menjadi trending topic.
Benar-benar bukan acara buka puasa bersama, tetapi memiliki kekuatan ikatan silaturrahmi yang kental. Bayangkan saja ada peserta yang jauh dari Garut untuk bisa mengikuti kegiatan ini bertemu dan bercengkerama dengan sesama blogger. Dari acara ini pulalah selain banyak teman saya pun mendapatkan banyak ilmu pengetahuan tentang BRID dan lainnya.
Betapa bersyukurnya saya menjadi bagian dari acara tersebut. Kenyang ilmu, juga kenyang silaturrahim. Semoga menjadi awal untuk kelanjutan yang selalu baik dengan sesama teman blogger di BRID. Aamiin

Bersatu Memandirikan Anak Luar Biasa

  Sebelum adanya pandemi COVID-19, setiap hari Selasa, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, peserta didik SLB B Sukapura kelas tinggi, sebu...