Yak!
Seumur hidup gue enggak pernah nyangka bakal dapat murid autis. Dulu itu di kampus yang terkenal se-Jakarta, gue enggak ngambil ilmu spesialisasi tentang autis. Yailah, waktu itu kayaknya belum ada deh. Gue itu tertarik dengan mereka yang tunarungu atau hambatan pendengaran, dan satu lagi gue tertarik dengan mereka yang berkesulitan belajar.
Walhasil, di sinilah gue sekarang, di tempat murid-murid tunarungu berada, eh maksudnya di tempat mereka bersekolah lho. Well, mengajar anak tunarungu itu enak banget lho. Pakai kalau ya, kalau sudah menguasai ilmunya.
Emang ada ya ilmu tentang tunarungu. Adalah, buat gue mengajar itu adalah seni kehidupan dalam bentuk, hmmm apa ya???? I can not really describe about it. Pokoknya mah menyenangkan.
Menyenangkan ketika tahu-tahu mereka itu sudah bisa baca, menyenangkan ketika mereka itu tahu-tahu sudah bisa berhitung, apalagi sampai bisa perkalian. Sebenarnya enggak ujug-ujug asal tahu-tahu sih, pasti adalah jalan prosesnya. Tapi ya itu panjang, yang intinya tahu-tahu mereka sudah bisa aja.
Hufth! Gue harus narik napas ya untuk semester sekarang ini. Di kelas gue mengajar sekarang, gue bukan cuma harus mendidik anak tunarungu, tapi ada juga seorang peserta didik yang memiliki dua hambatan sekaligus. Ya itu tuh kalau bahasa kerennya buat mereka mah double handicap.
Kebayang enggak sih? Menangani mereka yang satu hambatan saja sudah luar biasa perjuangannya, apalagi harus menangani anak yang memiliki dua hambatan. Dan hambatannya itu autis.
Huuuh!
Ya kali kalau orang normal, bolehlah mengeluh setiap hari. Gue juga penginnya ngeluh sih. "Keseeel. Geram!. Gerah!"
Hari ini misalnya. Kalau anak normal atau anak tunarungu yang berhambatan pendengaran ngupil, mereka tentu tidak akan memasukkan upilnya ke dalam mulut.
Duh nih anak autis kayak sengaja menguji gue, seberapa sabar sih gue bisa menghadapi dia?
kalau harus jujur nih, gue pengin banget tuh anak ngertiin gue. Tapi yaelah, dia itu kayaknya enggak ngerti deh. Memasukkan upil ke mulut itu baru satu lho ya, masih banyak lainnya yang bikin gue geram pengin teriak, kesal.
Asli, gue itu kesal pengin dia berubah, bukan kesal karena harus ngadepin keanehan-keanehan dia
Peran gue sebagai guru seringkali jadi pertanyaan dalam diri sendiri. Seberapa benar sih gue ngajar nih anak? Seberapa berhasil sih gue ngajar nih anak?
Ok. Kali ini ada mahasiswa dari kampus di Bandung yang mengangkat tema, Be The Young Entrepreneur, kalau kalian lihat webnya itu hijau tosca, tapi tuh mahasiswa jurusan psikologi loh.
Unik sih karena ini pengalaman pertama dia berinteraksi langsung dengan anak autis.
Nih ya, satu dari sekian yang gue bikin kesal itu, nih anak datangnya telat mulu. Hari ini saat dia telat, ada sesuatu yang unik. Terus gue tanya ke mahasiswa tersebut, lihat ada sesuatu yang aneh enggak sama anak yang baru datang?
Nih mahasiswa bingung mengamati dari atas ke bawah dan dia tidak melihat keanehan. Dan ayahnya langsung menyulurkan tangan, membetulkan posisi rambut putrinya.
Yaps, buat gue, ada yang salah dengan murid perempuan berambut sebahu tersebut. Maksudnya itu ada sesuatu yang harus dibenahi, saat dia mengemut rambutnya bukan untuk dibiarkan begitu saja. Sebagai seorang pendidik, tugas gue untuk membantu nih anak berkembang lebih tepat. Misalnya saja, mengemut rambut bukanlah sesuatu yang benar. Bisa saja di rambut itu ada kuman, bakteri, atau virus yang dibawa selama dalam perjalanan dari rumah ke sekolah menggunakan kendaraan.
Jujur ya!
Gue cemas dengan masa depannya. Jadi gue sadar dari sekarang gue harus mendidik dia dengan tegas untuk membedakan mana baik, mana boleh, mana tidak boleh.
Sooooo❤ Wait my next story ya....
Kamis, 07 November 2019
Jumat, 22 Maret 2019
Lebih Dalam Mengenal Fintech dan Manfaatnya
Aula Universitas Langlang Buana terasa begitu meriah. Ratusan
mahasiswa tampak asyik memerhatikan para calon pembicara di depan. Tampaknya
para pembicara begitu piawai membawa peserta FINTEKTOK LIVE #6 untuk berinteraksi.
![]() |
| Antusiasme peserta Fintektok live #6 |
Kegiatan yang bertema Fintech dan manfaatnya bagi masyarakat
ini terasa hidup. Misalnya, pada awal-awal acara Pak Krisna Sudiro dari Modal
Antara meminta beberapa peserta maju kedepan untuk menunjukkan aplikasi jasa
keuangan yang digunakan oleh peserta tersebut.
![]() |
| Para pembicara yang cukup atraktif |
Dan, ternyata beberapa aplikasi tersebut tidak terdaftar di
OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.
Gedung Wisma Buana, Universitas Langlangbuana yang tepatnya di Jl. Karapitan No.116 Bandung ini mendadak riuh oleh kegaduhan mahasiswa yang mungkin sama seperti saya terkaget-kaget dengan apa yang diungkapkan Pak Krisna. Oh ya, beliau juga sempat menyebutkan beberapa kasus permasalahan yang berhubungan dengan transaksi para pengguna aplikasi jasa keuangan yang bermasalah dan bisa langsung dicari informasinya di media YouTube.
![]() |
| Interaksi para pembicara dengan peserta acara |
Yupz, di zaman serba online ini, tampaknya informasi apapun
begitu mudah tersebar. Salah satunya Fintech atau financial technologi yang
transaksinya dilakukan secara online. Fintech merupakan gabungan antara jasa
keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional
menjadi moderat. Yang dulu awalnya kita harus bertransaksi dengan bertatap muka
secara langsung membawa uangnya, di zaman sekarang transaksinya dapat dilakukan
dengan cepat dalam hitungan detik dan tanpa harus bertemu langsung orangnya
untuk bertransaksi.
Kegiatan
yang berlangsung pada hari Selasa, 19 Maret 2019 mulai pukul 09.00 WIB barat
sampai selesai ini membuat saya sebagai bagian masyarakat mendalami apa sih
sebenarnya Fintech dan manfaatnya bagi masyarakat.
Ternyata
oh ternyata, Fintech itu sudah sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari. Bagi saya
pribadi, perkembangan terasa begitu cepat. Transaksi yang biasanya harus ke
bank dulu, atau membayar segala sesuatu melalui ATM, kini bisa kita lakukan
langsung melalui gawai tanpa harus berpergian semua transaksi sudah terekam
dalam gawai kita.
Fintech
bukan hanya pembayaran online seperti: Gopay, OVO atau pembayaran menggunakan
uang digital lainnya. Fintech bisa berupa pemberian modal usaha. Tujuan Fintech
sebenarnya untuk konsumen yang bisa dikatakan “orang-orang praktis” atau mereka
yang jarang ke bank namun membutuhkan pinjaman modal atau memenuhi keperluan
mendesak dalam kehidupan sehari-hari, seperti harus membayar sekolah, dll.
Ups!
Seperti yang sudah disampaikan di bagian atas, ada lho Fintech yang tidak
terdaftar di OJK. Nah, bagi yang ingin mendapat informasi fintech yang sudah
terdaftar di OJK atau belum bisa dicek di fintektok.id. Jika tidak ada dalam
daftar, bisa jadi masih dalam proses pendaftaran atau malah termasuk Fintech
abal-abal karena OJK sebenarnya tidak menyarakan pelaku Fintech membuat
aplikasi online.
Pasti
sudah dapat menebak alasannya, kan? Yap! Kemungkinan aplikasi online ini masih
rentan dengan kejahatan. Misalnya saja, mengutip dari apa yang diungkapkan Pak
Dana Karseno selaku CEO Modal Antara kalau bunga Fintech abal-abal itu bisa
sampai 40 persen per bulan, proses peminjamannya bisa langsung disetujui.
Sadar
atau tidak, bunga 40% itu mencekik leher peminjamnya. Peminjam harus
mengembalikan uang dalam jumlah yang sangat besar, hampir dari setengah
pinjamannya. Bagi mereka yang saat itu membutuhkan uang, kemungkinan akan
berpikir pendek yang penting ada uang dulu. Bisa jadi tanpa menyadari bahaya
dibulan berikutnya yang harus membayar bunga yang benar-benar bisa membuat
masalah peminjamnya. Selain itu ada juga penyedia layanan yang memberlakukan
bunga ber bunga. Jika tidak mampu membayar maka tunggakannya akan terus
berbunga hingga peminjam tidak mampu membayarnya karena terus menunggak.
Salah
satu Fintech yang sudah terdaftar adalah Modal Antara yang menyediakan layanan
fintech peer to peer lending atau mempertemukan peminjam dengan pemodal. Hal ini
tentu saja lebih aman karena pemodal dan peminjam bisa saling bertemu dan
bertransaksi sehingga terjalin kepercayaan di antara keduanya. Meskipun proses
peminjaman tidak secara langsung tapi tentu saja ini lebih aman dibandingkan
menggunakan jasa fintech abal-abal. Keterangan lengkapnya bisa langsung tancap ke sini ya!
Dalam
kegiatan ini juga peserta mendapatkan penjelasan untuk berinvestasi melalui
reksadana Narada Saham Indonesia yang sudah terdaftar dan diawasi OJK. Investasinya
sangat terjangkau mulai dari seratus ribu. Narada membantu mengelola reksadana
menjadi lebih praktis tanpa ribet dan tentunya aman.Narada merupakan perusahaan
manajemen Investasi di Jakarta pada tahun 2012 dan telah memperoleh izin. Selengkapnya bisa langsung tancap ke sini ya!
Bagaimana?
Sudah tahu lebih jauh tentang Fintech, Modal Antara, Narada Saham Indonesia, serta
harusnya kehati-hatian dalam menggunakan jasa penyedia layanan pinjaman, kan? Saya
sendiri merasa bersyukur dalam kegiatan yang diisi oleh para pembicara yang
ahli dalam bidangnya ini membuat saya memahami lebih banyak mengenai Fintech
dan manfaatnya.
Terima
kasih sudah berkunjung. Sampai bertemu di tulisan saya berikutnya!
Salam
sukses selalu.
Kamis, 21 Februari 2019
Awal Tahun 2019, Toko Victory Accecories Bandung Pindah Lokasi
Pada awal Januari 2019, ketika membeli beberapa macam manik-manik atau mute untuk melengkapi beberapa bahan pembuatan kerajinan tangan, Victory Accessories yang terletak di Jl. Asia Afrika No.68, Braga, Regol, Kota Bandung, Jawa Barat 40251 terasa berbeda.
Selain hadirnya beberapa karyawan baru (yeileh sok tahu)
Dan ternyata, dari salah seorang petugas yang sudah agak kenal karena seringnya berbelanja, tahulah saya kalau Victory akan berpindah lokasi.
Informasi yang tentu saja membuat saja terkaget-kaget. 👀
Selain hadirnya beberapa karyawan baru (yeileh sok tahu)
Dan ternyata, dari salah seorang petugas yang sudah agak kenal karena seringnya berbelanja, tahulah saya kalau Victory akan berpindah lokasi.
Informasi yang tentu saja membuat saja terkaget-kaget. 👀
Lho?
Kurang apalagi sih tempat accecories satu ini?
Tempatnya itu strategis banget, tepat di depan jalan raya, seberang kantor pos pusat yang ada di Bandung, terus bersebelahan dengan pusat rekreasi Alun-Alun Bandung, dan belakangnya itu tempat belanja lho, beuh dulu katanya terkenal banget. Meskipun sekarang katanya daerah perbelanjaan tersebut tampak mulai agak meredup, tapi kalau akhir pekan, tetap saja tempat-tempat di sekitarnya tampak ramai.
Kalau saya pribadi, merasa asyik berbelanja di tempat yang memajang beraneka bahan untuk kita kreasikan maupun yang sudah jadi kerajinan. Pasalnya, karena di sini setiap calon pembeli bisa bebas memilih barang incarannya, bahkan seringkali berujung membeli banyak bahan tambahan untuk beraneka kerajinan tangan. Tadinya mau beli 1 macam, eh sudah keliling lihat-lihat, bisa-bisa pas sampai kasir harus bayar untuk 30 item bahan.
Daaaan, kejadiannya bukan hanya sekali saja, tapi seringkali.Tapi, tentu saja semua yang dibeli tersebut bisa dijadikan kembali hasil kerajinan. Enggak sia-sia, kan, belanjaannya? Kan, untuk dijual lagi setelah kerajinana tangannya jadi.
Begitu Victory pindah, infonya bisa dicek diInstagram Victory ya bagi yang belum tahu. Saya pun langsung penasaran, seperti apa sih tempat barunya? Alhasil, langsung update untuk datang mengikuti acara hari pertama pembukaan tempat barunya.
Dan memang, beberapa hari sebelumnya, ketika saya berbelanja, euphoria kepindahan benar-benar sudah terasa. Beberapa karyawan begitu antusias menginfokan beberapa even yang menarik selama acara pembukaan toko baru.
Misalnya saja pada hari pertama pembukaan toko, para karyawan begitu sumringah, sibuk menata, sibuk membagikan voucher diskon, sibuk membagikan balon, dan kesibukan lain yang tentunya sesuai dengan job desk mereka. Pokoknya mah, ketika mengunjungi Toko Victory pada hari pertama pembukaan, bakal terasa sekali kemeriahannya. Enggak percaya, cek langsung deh beberapa jepretan di bawah ini pas banget pagi hari ketika Victory baru buka.
Kalau saya pribadi, merasa asyik berbelanja di tempat yang memajang beraneka bahan untuk kita kreasikan maupun yang sudah jadi kerajinan. Pasalnya, karena di sini setiap calon pembeli bisa bebas memilih barang incarannya, bahkan seringkali berujung membeli banyak bahan tambahan untuk beraneka kerajinan tangan. Tadinya mau beli 1 macam, eh sudah keliling lihat-lihat, bisa-bisa pas sampai kasir harus bayar untuk 30 item bahan.
Daaaan, kejadiannya bukan hanya sekali saja, tapi seringkali.Tapi, tentu saja semua yang dibeli tersebut bisa dijadikan kembali hasil kerajinan. Enggak sia-sia, kan, belanjaannya? Kan, untuk dijual lagi setelah kerajinana tangannya jadi.
Begitu Victory pindah, infonya bisa dicek diInstagram Victory ya bagi yang belum tahu. Saya pun langsung penasaran, seperti apa sih tempat barunya? Alhasil, langsung update untuk datang mengikuti acara hari pertama pembukaan tempat barunya.Dan memang, beberapa hari sebelumnya, ketika saya berbelanja, euphoria kepindahan benar-benar sudah terasa. Beberapa karyawan begitu antusias menginfokan beberapa even yang menarik selama acara pembukaan toko baru.
Misalnya saja pada hari pertama pembukaan toko, para karyawan begitu sumringah, sibuk menata, sibuk membagikan voucher diskon, sibuk membagikan balon, dan kesibukan lain yang tentunya sesuai dengan job desk mereka. Pokoknya mah, ketika mengunjungi Toko Victory pada hari pertama pembukaan, bakal terasa sekali kemeriahannya. Enggak percaya, cek langsung deh beberapa jepretan di bawah ini pas banget pagi hari ketika Victory baru buka.
![]() |
| Pose bareng dengan petugas yang membagikan balon untuk para pengunjung |
![]() |
| Bagian kasir di pagi hari yang mulai sibuk melayani pembeli. |
![]() |
| Nih, kelihatan dong backgroun-nya, itu ada tangga ke lantai 2 dan juga etalase produk |
Minggu, 09 September 2018
Optimalisasi Omset Melalui Aplikasi Pembukuan Canggih Accurate
Perkembangan dunia bisnis saat ini terasa begitu pesat. Makanya
ketika ada acara Coconut Indonesia, Digital Breakfast #5, Coconut X Accurate;
Retail is Detail, yang mengemukakan materi Trend E-commerce di Indonesia dan
How To Survive di tengah-tengah persaingan yang berdarah-darah (Kunto Wiyoga,
strategic Director Panenmaya Group) dan Optimalisasi Omset Jualan Online Cukup
Lewat Aplikasi Pembukuan Canggih (Lukman Bijak Bestari, product Manager Accurate),
langsung berharap ada di tempat tersebut untuk mengikuti semua kegiatannya.
Bersyukur sekali, bersama rekan blogger saya dapat mengikuti
kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 7 September 2018, di Lo.Ka.Si,
Jalan Ir. H. Juanda No. 92 Bandung.
Dalam kegiatan ini, melalui pemaparan Pak Kuntowiyoga, saya
tahu lebih banyak mengenai perkembangan bisnis di era digital dimana semua
orang bisa menjadi penjual sekaligus pembeli. Banyak e-commerce yang menawarkan
kemudahan untuk para pebisnis menjual barang dagangannya di Tokopedia,
Bukalapak, Lazada, Shopee, Blibli, dan lainnya.
![]() |
| Penjelasan Kunto Wiyoga tentang E-Commerce-Dok.Susanti Hara |
Banyak sekali hal unik perkembangan bisnis masa kini,
misalnya saja; omset e-commerce yang selangit, barang apa saja yang dicari
konsumen , perbandingan harga berdasarkan psikologi konsumen, dan yang
mengejutkan adalah ternyata kebanyakan pembeli di dunia online adalah lelaki
pada jam kerja. Selain itu, rata-rata belanja konsumen di Indonesia lebih dari
Rp481.000,00 dalam keranjang.
![]() |
| Ilustrasi keranjang belanja online - Dok. Susanti Hara |
Untuk bisa bertahan ditengah persaingan dunia bisnis saat
ini, maka kita perlu mengidentifikasi siapa dan apa bisnis kita, produk atau
merek produk kita, apakah kita itu reseller atau distributor. Semua kemudahan
dalam dunia bisnis saat ini tentu membuat para pebisnis harus mengembangkan
kehadiran bisnisnya di pasar mana akan mengembangkannya.
Memerhatikan hal-hal di atas, sebagai pelaku UKM terutama
yang memasuki dunia online tentu harus mengetahui tren bisnis yang sangat cepat
berubah sehingga memaksa mereka agar bisa mengikuti zaman dan tidak ditinggal
customer, serta bagaimana pelaku UMKM yang sudah berdagang di dunia online bisa
bersaing dengan produk lainnya.
Dalam kesempatan ini, Lukman Bijak Bestari mengemukakan
hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh para pebisnis, dimana daya tahan
perusahaan menurun, dari tahun pertama 75%, tahun kedua 64% dan tahun ketiga
56%, hingga terus menurun.
Ada 5 hal yang dikemukakan Lukman Bijak Bestari yang sering
dilakukan pebisnis, yaitu:
- Mencoba melakukan semuanya
sendiri
- Tidak memiliki tim yang
kuat
- Kurang berkompetisi
- Kurang mengerti strategi
pemasaran
- Kurangnya pengetahuan di bidang keuangan
Bagi pebisnis, keruwetan masalah itu tentu mereka alami
dalam bisnisnya. Terutama dalam bidang keuangan, tentu ini memerlukan perhatian
lebih. Oleh sebab itu Solusi UKM sebagai rumah digital pelaku
UKM di Indonesia yang fokus memberikan solusi rapi pembukuan menggandeng
kemitraan dengan Coconut Indonesia untuk membantu pelaku UKM siap menghadapi
perubahan tren e-commerce dan bertahan di tengah persaingan bisnis digital yang
ketat serta bisa rapi pembukuan.
Dengan adanya pembukuan yang rapi menggunakan aplikasi
canggih seperti Accurate Online, pelaku UKM lebih mudah untuk melakukan
optimasi omzet penjualan. Sehingga mampu membantu memiliki keuntungan dan
sebuah laporan keuangan sebagai alat ukur kesehatan bisnis layaknya bisnis yang
telah established.
Accurate online adalah software aplikasi akuntansi berbasis
cloud yang dapat membantu penggiat UKM dan UMKM untuk menuntaskan masalah
laporan keuangan. Accurate Online mampu menyajikan beragai jenis laporan
keuangan yang dibutuhkan untuk menunjang operasional usaha secara instant
setelah meng-input pemasukan dan pengeluaran. Software aplikasi ini pun mampu
melakukan pemotongan pajak otomatis pada laporan keuangan, mulai dari PPh 21,
PPh 23, PPN, dan juga PPh 4 ayat 2. AOL telah terintegrasi dengan e-faktur
perpajakan seperti e-Faktur dan e-PPH21/26.
Sehingga memudahkan pelaku UKM dalam membuat lapiran pajak bisnis UKM dan UMKM.
Untuk fitur lengkapnya bisa langsung cek Accurate Online
Untuk solusi pembukuan, SolusiUKMcom menggandeng perusahaan
developer PT. CPSSoft yang sudah 17 tahun berdiri dengan brand bernama
Accurate. Selain solusi rapi pembukuan SolusiUKMcom juga menghadirkan fitur “Online
Consultation” yang menggandeng praktisi keuangan, perpajakan hingga profesional
di bidang digital marketing sehingga para UKM naik kelas dan melek digital.
Selasa, 04 September 2018
Puisi Melangkah untuk Bahagia
Puisi ini dibuat untuk latihan salah satu siswa di SLB B Sukapura dalam rangka persiapan mengisi acara kelulusan atau wisuda peserta didik kelas 6, 9, dan 12 di Yayasan Sukapura Bandung. Selamat meresapi makna puisi dari seorang pembelajar.
Melangkah untuk Bahagia
Karya : Susanti Hara
![]() |
| Pembacaan Puisi Melangkah untuk Bahagia - Susanti Hara |
Sahabatku ....
Di Sekolah, kita belajar
bersama
Menggali ilmu pengetahuan
Membaca makna kehidupan
Sahabatku...
Kau dan aku bagaikan bumi
dan langit
Kita saling mengisi
Andai aku bumi, maka
engkau payungku
Bersama-sama, kita hitung
langkah prestasi
Seberapa jauh kita mampu
mengampu ilmu
Untuk bekal kita menuju
bahagia
Di langitmu kami berdoa
Ya Allah ....
Jadikanlah langkah kami
selalu Engkau Ridhoi
Aamiin
Jumat, 10 Agustus 2018
Natur Hair Care: Solusi Rambut Sehat Alami
Pernah
enggak merasa kulit kepala berat, gatal, dan rambut rontok? Itu sih dulu
sebelum kenal Natur Shampoo. Dulu pertama kali tayang di televisi berupa
edukasi produk Natur, saya langsung membelinya karena ingin rambut sehat alami.
Sayangnya, pertama kali pakai produk tersebut mempunyai wangi ciri khas
tersendiri seperti jamu.
Berbeda dengan
saat ini, Natur Hair Care begitu bersahabat dalam hal wangi dan juga ketika
digunakan. Dalam waktu seminggu saja sudah terasa perbedaannya, sehingga rambut
terasa kuat dari akar. Apalagi kalau kita menggunakannya dalam jangka panjang. Hasilnya akan terasa jauh lebih berbeda.
Oya, buat
kalian yang punya masalah dengan rambut, bisa jadi produk dari Natur menjadi
solusi rambut sehat alami.
Sebagai
perempuan yang simple, seringkali saya merasa penggunaan sampo saja sudah
cukup. Pandangan tersebut menjadi berbeda ketika saya menghadiri kegiatan Brief
Event Natur Beauty Dating, pada Jumat, 27 juli 2018 di Rumah Makeupuccino yang
letaknya di Jl. Bengawan No.15 Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat
40114. Buat kamu yang belum datang ke tempat ini, coba deh sesekali berkunjung!
Tempatnya asyik banget untuk berbelanja keperluan kosmetik kalian.
Ups! Kita balik
lagi ya ke acara yang saya hadiri bersama rekan seperjuangan dalam dunia
kepenulisan di blog. Event satu ini benar-benar menarik sekali. Beuh, acara
bikin hadirin bebas lepas berekspresi dan tertawa lepas.
Nah lho,
penasaran dong? Buat kamu yang penasaran, bisa langsung kepoin saja Instagram: susantihara.
Tuh, langsung nemu, kan, keseruan acara event Natur dengan Sahabat Blogger.
Jadi,
selama acara berlangsung, sahabat blogger ini mendapatkan edukasi yang lengkap
mengenai Natur yang dijelaskan oleh Mbak Sarah. Natur Hair Care yang saya kenal
saat ini ada 3 rangkaian lho, yaitu: Natur Natural Extract Shampoo, Natur
Conditioner Moisturize & Repair Damaged Hair, dan Natur Natural Extract
Hair Tonic.
![]() |
| Rangkaian Produk Natur Hair Care - Dok. Susanti Hara |
Nah, pasti
sudah tahu dong apa bedanya ketiga produk tersebut? Kalau sampo digunakan untuk
membersihkan membersihkan rambut. Bedanya, sampo dari Natur ini terbuat dari
Ginseng Extract yang menutrisi dan menguatkan akar rambut dan mengurangi
kerontokan.
Dan yang
paling saya suka adalah conditionernya. Biasanya saya paling enggak suka dengan
condisioner karena baunya kurang bersahabat dan enggak enak banget dipakainya. Sedangkan
Natur Conditioner memiliki wangi yang membuat nyaman indera penciuman sehingga
enak sekali ketika kita memakainya setelah keramas dengan sampo dan membilas
rambut dengan bersih kemudian memakaikan Natur Conditioner yang mengandung
extract aloevera sebagai salah satu bahan alami untuk menyuburkan rambut, atau membantu
menjaga kekuatan akar rambut dan mempercepat laju pertumbuhan rambut.
Dan, salah
satu produk Natur yang asyik banget menurut saya adalah Natur Hair Tonic yang
mengandung bahan alami ginseng exctract. Hair tonic ini membuat saya menikmati
sensasi “kemewahan Natur” yang identik dengan hitam keemasan.
Bagaimana
tidak? Dalam event tersebut, saya mendapatkan pengetahuan bagaimana cara
menggunakan hair tonic yang baik dan benar seperti yang dicontohkan Mbak Sarah
di video ini.
Bagi yang
belum jelas, jadi sebelum digunakan, botol hair tonic harus dikocok dulu. Wow,
wanginya langsung tercium jelas lho, bikin kita relax dan asyik untuk
menuangkannya ke kulit kepala mengikuti garis kulit kepala.
Buat kalian yang
belum pernah mencoba hair tonicnya, enggak usah khawatir tumpah-tumpah lho. Ujung
botol yang meruncing membuat cairan hair tonic tidak meleber ke mana-mana. Apalagi
setelah memijat ringan selama 2-3 menit, peredaran darah di kepala benar-benar
terasa lancar, kepala menjadi ringan, kulit kepala terasa adem.
Kelebihan semua
produk Natur yang membuat saya sangat senang untuk menggunakannya adalah tanpa alkohol
sehingga tidak membuat kulit kepala terasa panas seperti produk hair care dari
yang lainnya.
Bagaimana?
Asyik, kan, pakai produk Natur Hair Care? Rambut bebas rontok, kulit kepala
sehat, dan cantiknya itu bukan hanya dari luar saja. Dengan menggunakan
rangkaian Natur Hair Care, siapapun bisa tampil cantik dari dalam.
Saya sudah
membuktikannya. Nah, giliran kalian ya yang membuktikan keistimewaan produk
Hair Care yang diproduksi PT.Gondowangi Tradisional Kosmetika yang asli banget
Indonesia.
Sampai
ketemu lagi di ulasan kisah lainnya ya!
Salam sehat
selalu.
Senin, 23 Juli 2018
Review Klinik Kecantikan Vidiz Baniar yang Unik
Seorang teman begitu sering menceritakan tentang kesan positifnya mengunjungi Klinik Kecantikan Vidiz Baniar yang berada di Antapani Bandung. Letaknya yang berada di pinggiran jalan raya, menjadi salah satu hal yang sangat menguntungkan klinik satu ini karena tentunya mudah untuk dijangkau kendaraan umum dan kendaraan pribadi.
Atas referensi teman, saya penasaran dengan klinik satu ini. Dan ini bukan klinik kecantikan pertama bagi saya sehingga tentunya bisa memiliki perbandingan antara klinik satu dan lainnya. Dari segi harga, klinik ini jauh lebih murah dibandingkan klinik kecantikan tempat saya sebelumnya. Bahkan boleh dibilang setengah hingga sepertiga harga di klinik sebelumnya.
Namun, bagi saya klinik ini memiliki keunikan tersendiri. Sejujurnya saya bingung ketika mendapatkan produk dan mendengarkan penjelasan mengenai produk yang harus digunakan sehari-hari.
Bagi saya, ada beberapa produk yang penggunaanya terbalik. Misalnya, sebelum menggunakan sabun harus menggunakan face cleansing toner. Kemudian, penggunaan krim malam 1 dan malam 2 juga membuat saya rada malas memakainya. Dan uniknya untuk krim pagi. Krim pagi itu ada krim pagi 1 dan krim pagi 2. Ok, lah meski bikin bingung juga. Ada krim pagi yang menurut saya biasanya itu digunakan sebagai krim malam.
Keraguan membuat saya bertanya kepada beberapa teman yang rajin perawatan di klinik kecantikan juga. Dan dari obrolan dengan mereka, rata-rata disarankan menggunakan face cleansing toner itu sebagai penyegar, dalam artian setelah penggunaan sabun dan bukan sebelum muka sabunan.
Well, saya pun balik lagi ke klinik. Dari petugas yang berbeda, jawabannya sama. Dan karena ragu-ragu dengan produknya yang ada beberapa tanpa label komposisi yang jelas serta tanggal expired, akhirnya tuh produk tidak saya gunakan.
Mungkin akan banyak yang bilang sayang banget. Ya, sayang sih. Tapi lebih sayang lagi kalau gara-gara produk yang saya kenakan kurang jelas malah bikin muka lebih kurang bersahabat. Meskipun ketika awal ke klinik konsultasi dulu dengan dokter, namun tetap bagi saya menjaga lebih baik daripada mengobati lebih parah.
Nah, itu review unik saya ke klinik vidiz baniar. Kalau teman saya tuh bangga banget, saya malah bingung banget dengan beberapa produknya yang tanggal kadaluarsanya enggak ada dan komposisinya juga kurang jelas.
Atas referensi teman, saya penasaran dengan klinik satu ini. Dan ini bukan klinik kecantikan pertama bagi saya sehingga tentunya bisa memiliki perbandingan antara klinik satu dan lainnya. Dari segi harga, klinik ini jauh lebih murah dibandingkan klinik kecantikan tempat saya sebelumnya. Bahkan boleh dibilang setengah hingga sepertiga harga di klinik sebelumnya.
Namun, bagi saya klinik ini memiliki keunikan tersendiri. Sejujurnya saya bingung ketika mendapatkan produk dan mendengarkan penjelasan mengenai produk yang harus digunakan sehari-hari.
![]() |
| Produk Pertama dari Klinik Vidiz Baniar Bandung - Dok. Susanti Hara |
Keraguan membuat saya bertanya kepada beberapa teman yang rajin perawatan di klinik kecantikan juga. Dan dari obrolan dengan mereka, rata-rata disarankan menggunakan face cleansing toner itu sebagai penyegar, dalam artian setelah penggunaan sabun dan bukan sebelum muka sabunan.
Well, saya pun balik lagi ke klinik. Dari petugas yang berbeda, jawabannya sama. Dan karena ragu-ragu dengan produknya yang ada beberapa tanpa label komposisi yang jelas serta tanggal expired, akhirnya tuh produk tidak saya gunakan.
Mungkin akan banyak yang bilang sayang banget. Ya, sayang sih. Tapi lebih sayang lagi kalau gara-gara produk yang saya kenakan kurang jelas malah bikin muka lebih kurang bersahabat. Meskipun ketika awal ke klinik konsultasi dulu dengan dokter, namun tetap bagi saya menjaga lebih baik daripada mengobati lebih parah.
Nah, itu review unik saya ke klinik vidiz baniar. Kalau teman saya tuh bangga banget, saya malah bingung banget dengan beberapa produknya yang tanggal kadaluarsanya enggak ada dan komposisinya juga kurang jelas.
Langganan:
Postingan (Atom)
Bersatu Memandirikan Anak Luar Biasa
Sebelum adanya pandemi COVID-19, setiap hari Selasa, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, peserta didik SLB B Sukapura kelas tinggi, sebu...
-
Ada yang ingin mengirimkan naskahnya ke harian Pikiran Rakyat. Koran ini nomor satu buat warga Bandung (ceileh bangganya. :) ). Ya, tentu sa...
-
*Bagaimana Cermin Dirimu?* Selama ini kita mengenal cermin biasa sebagai kaca bening yang dapat memperlihatkan bayangan pada benda di dep...
-
Novel ini sukses membuat saya terheran-heran sedari membaca episode satu. Pada judul Gank Coke, Sansan and the gank mem- bully Erin...












