Selasa, 28 April 2015
Pola Pertolongan Allah
Jumat, 10 April 2015
Ibu, Kenalilah Aku
Seorang Ibu mendekat tiba-tiba mengomel, "Dasar kamu nakal. Main tanah itu kotor. Jorok tahu."
Deug! saya mendadak tak enak hati. Seenaknya saja tuh Ibu berkata. Meski saya bukan ibunya dan tidak mengenali anak itu, tetapi saya berpikiran lain.
Seandainya Ibu itu bisa membimbing dan mengarahkan putranya dengan baik, bisa jadi tuh anaknya berhasil dalam bidang yang berhubungan dengan tanah, batin saya.
Sayang sekali dunia mereka berbeda dengan dunia saya. Apa yang saya sampaikan belum tentu bisa mereka terima. Mungkin, lewat media ini, bagi Ibu, orangtua, atau orang sekitar lingkungan yang peduli, marilah memahami mereka lebih tepat. Jangan banyak melarang, tapi lebih banyak bertanya agar lebih mengenal potensi apa yang mereka miliki, bertanya apa yang mereka temukan ketika bermain tanah, rasanya akan lebih bijak.
Bagaimana pun jika ada perbedangan pandangan dari anda, saya sangat terbuka untuk menerima masukan.
Love
Susanti Hara Jv
Bandung, 11 April 2015
Di sepanjang jalanan
Minggu, 29 Maret 2015
Kamis, 26 Maret 2015
Reset Passcode
Rabu, 18 Maret 2015
Rabu, 11 Maret 2015
Terus Belajar
copas dari grup wa
Di Daerah Terpencil, Belajar Agamanya Gimana? ❔
❓Tanya :
Apabila saya berada di daerah yang di situ saya tidak tahu ada penuntut ilmu yang Salafi dan saya telah mencarinya, sedangkan saya tidak bisa melakukan perjalanan [guna mencari ilmu], maka apa nasehatmu?
Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah menjawab:
✔"Yakni, engkau berada di negeri yang tidak engkau temukan penuntut ilmu di sana, kecuali ahlul bid’ah dan ahlu dholal[1] —yang tidak engkau temukan ahlus sunnah seorang pun, maka saya anjurkan engkau untuk "tidak tahu" tetapi selamat fitrahmu dari mengambil ilmu kepada ahlul bid’ah.
Hanya saja, jika orang yang dimaksud tidak mendakwahkan bid’ah -nya secara mutlak, maka mungkin bagimu untuk mengambil ilmu darinya. Seperti Nahwu atau sebagian ilmu. Adapun akidah, bahkan Al Quran dan hadits, maka jangan engkau ambil ilmu-ilmu itu darinya. Sebab, hadits telah dibukukan dan Al Quran terjaga. Walhamdulillah. Tafsir Al Quran pun ada dan terjaga. Walhamdulillah."
[1] Orang-orang yang mengikuti kesesatan [penerj.]
http://dakwahislam.net/di-daerah-terpencil-belajar-agamanya-gimana/
Admin
Hukum Kun‘nyah dan Penisbatan
copas dari grup wa
[10:16, 3/8/2015] +62 813-2226-9469: Wa'alaikumussalam warahmatullah,
1. Kun'yah كنية artinya sebutan atau panggilan yang diawali dengan Abu (bapak dari) atau Ummu (ibu dari). Misalkan: Abu Ahmad (bapak dari Ahmad).
Namun, seseorang yang berkun'yah tidak harus memiliki anak. Anak kecil pun dianjurkan memiliki kun'yah.
2. Hukum berkun'yah adalah mustahabb /sunah. Di antara dalilnya adalah Hadis yang mengisahkan bahwa Rasulullah memanggil adik dari Anas bin Malik dengan kun'yah,
"wahai Abu Umair, apa yang sedang dilakukan Nughoir? (burung kecil peliharaannya, -pent)."
Juga sabda Rasulullah, "Janganlah kalian berkun'yah dengan kun'yahku, namun boleh bernama dengan namaku. "
Di sini, faham kebalikannya adalah Rasulullah menganjurkan kita berkun'yah dengan selain kun'yah beliau.
3. Adapun nisbat adalah penisbatan seseorang kepada nama keluarga atau tempat atau daerah atau ciri khas dan lainnya, dengan diawal huruf Alif & Lam ال.
Hukumnya adalah mubah /boleh.
Admin
[10:16, 3/8/2015] +62 813-2226-9469: Assalamualaikum, mau tanya ustadz mohon penjelasan tentang kun'nyah dan penisbatan ? Syukron
Bersatu Memandirikan Anak Luar Biasa
Sebelum adanya pandemi COVID-19, setiap hari Selasa, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, peserta didik SLB B Sukapura kelas tinggi, sebu...
-
Ada yang ingin mengirimkan naskahnya ke harian Pikiran Rakyat. Koran ini nomor satu buat warga Bandung (ceileh bangganya. :) ). Ya, tentu sa...
-
*Bagaimana Cermin Dirimu?* Selama ini kita mengenal cermin biasa sebagai kaca bening yang dapat memperlihatkan bayangan pada benda di dep...
-
“Menjadi kebahagiaan tersendiri ketika setelah menikah mampu menyelesaikan masalah tanpa melibatkan orangtua. Harus mandiri kalau tidak mau...