Jumat, 23 Januari 2015

Mengirim Tulisan ke Harian Pikiran Rakyat

Ada yang ingin mengirimkan naskahnya ke harian Pikiran Rakyat. Koran ini nomor satu buat warga Bandung (ceileh bangganya. :) ). Ya, tentu saja karena koran ini sering diburu. Terutama pada hari Sabtu. Banyak sekali mereka yang mencari lowongan pekerjaan.

Oya, ini alamat email kalau mau mengirim tulisan. Semoga berhasil, kawans. :)
1. Surat Pembaca : suratpembaca@pikiran-rakyat.com
2. Artikel : opini@pikiran-rakyat.com
3. Puisi, cerpen, dll : khazanah@pikiran-rakyat.com
4. Agenda/info kita : antarkita@pikiran-rakyat.com atau info@pikiran-rakyat.com
5. Agenda/sekilas pendidikan, forum guru : pendidikan@pikiran-rakyat.com
6. Foto Peristiwa dalam Gambar : foto@pikiran-rakyat.com
7. Foto bersama atlet idola : olahraga@pikiran-rakyat.com
8. Iklan "PR" Online : iklanonline@pikiran-rakyat.com
9. Media partner, proposal kegiatan : material@pikiran-rakyat.com
Jangan khawatir, kalau belum puas dengan info ini, bisa cek langsung website Pikiran Rakyat.

Oya, setiap kiriman surat pembaca, artikel, opini, agenda, info, foto (peristiwa dalam gambar, bersama atlet idola), proposal kegiatan, atau apapun disertakan salinan tanda pengenal yang masih berlaku seperti KTP/SIM/KTM.
Ingat pula untuk mencantumkan alamat lengkap dan no telefon yang bisa dihubungi. Untuk foto berikan keterangan gambar.
Asyik, ditunggu kabar baiknya yang mengirim ke Pikiran Rakyat

Selasa, 06 Januari 2015

Kunjungan ke Situs Bung Karno Banceuy

Menjadi kebahagiaan tersendiri pada tahun 2014 saya bisa masuk ke Situs (Sel Tahanan Bung Karno di Kota Kembang). Meski saya kebingungan harus bertanya kepada siapa, namun jejak rekaman gambar ini bagi saya sangat berharga untuk diabadikan.
Tak ada yang kebetulan. Saya sendiri sering sekali melewati jalanan sekitar sini sebelumnya. Tetapi sama sekali belum pernah tahu kalau di sekitar yang saya lewati ini terekam jejak sejarah #SuperPenting.
Bertepatan dengan adanya kegiatan yang dilakukan para pemuda (ntah apa lupa lagi namanya) dan saat itu siswa-siswi SLB B Sukapura tampil membawakan beberapa tarian. Ada Tarian Bunga, Tarian Indonesia bangkit, dan pastinya pertunjukkan seru juga persembahan para pemuda yang menggambarkan zaman sejarah kebersamaan Bung Karno dengan Ibu Inggit.

(Pak Dadan, Dodi, siswa-siswi SLB B Sukapura, serta mahasiswa PPL UPI menarikan tarian Indonesia Bangkit)

Sayang sekali, kamera genggam saya keburu tenggelam di Laut Setro Jenar Kebumen waktu libur ke sana. Dan hasilnya foto maupun video seadanya.

Alhamdulillah, dalam acara ini saya bisa berpose dengan (ceritanya batu nisan Ibu Inggit Garnasih)

Di dalam penjara waktu Bung Karno diasingkan terdapat sesajen. Entah itu kepercayaan, harus ada, atau bagaimana saya kurang mengerti karena tidak bisa bertanya kepada orang yang tepat. (Ah, dasarnya memang saya tidak tahu harus bertanya kepada siapa, getho.)


Ini bagi yang mau berkunjung bisa konfirmasi kepada kuncennya kalau kata orang Sunda. :)
Untuk memasuki situs ini harap lapor terlebih dahulu kepada pengurus situs. Hubungi: Bapak Achmad dengan nomor telepon: 087823221736.

Semoga tempat bersejarah ini dapat terus menjadi bukti kepada generasi berikutnya dan tak terhapus masa karena tergerus zaman.




Minggu, 04 Januari 2015

Semester 2 Tahun Ajaran 2014/2015

Alhamdulillah bahagia sekali kembali bercengkrama dengan keempat siswa di kelasku. SLB B SUKAPURA pastinya di Jl. Sukapura No.4 Kiaracondong Bandung 40285.
Setiap perbedaan yang ada pada mereka adalah jalanku untuk terus mengenal mereka serta diriku sendiri.
Secara tidak langsung Allah mengamanatkan mereka untuk membuatku mampu menjadi insan yang bertanggungjawab, aktif, kreatif, maupun inovatif.
Today we are so happy with many story after holiday. And of course  i am happy too.
Kendalaku hari ini karena kesulitan peserta didikku menuliskan cerita masa liburannya rasanya tertawar oleh keaktifan mereka selama menulis dengan bimbingan.
Yeileh nulis libur jadi ribut, belum lagi anaknya memang pada ribut rariweuh teu tiasa nyeratkeunnana

Sabtu, 03 Januari 2015

Hari Ibu

subhanallah yang menciptakan manusia dengan segala akal pikirannya hingga ada hari Ibu pada 22 Desember. Ada yang menentang namun saya tidak termasuk di dalamnya. Bagi saya setiap hari adalah Hari Ibu. Kehadiran beliau tak dapat digantikan apapun.
Tahun 2014 ini terasa ada sesuatu yang khusus. Begitu pulang dari sekolah, di depan lemari ada ungkapan khusus dari Isma untuk Mama.
Betapa bahagianya Mama bercerita mendapat hadiah. Seperti biasa hadiah kesukaan Mama adalah daster.
Ujungnya aku kena imbas ditagih hadiah.
#fine, pulang dari Jogja ya, Ma.
Doa doa kami untuk Mama dan Bapak. Sepasang anugerah yang begitu menakjubkan.

Optimalisasi Omset Melalui Aplikasi Pembukuan Canggih Accurate

Perkembangan dunia bisnis saat ini terasa begitu pesat. Makanya ketika ada acara Coconut Indonesia, Digital Breakfast #5, Coconut X Accura...