Tips Memilih Judul yang Tepat


Copas dari grup PBA
Tips Memilih Judul yang Tepat
By Ary Nilandari in Komunitas Penulis-Bacaan-Anak
Siapa bilang judul itu perkara mudah? Judul adalah unsur pertama untuk menarik minat pembaca. Terkadang susah menemukan yang klik. Perlu uji coba, perlu pengkajian ulang, perlu dilafalkan, perlu disearch and research. Beberapa kiat di bawah ini setidaknya bisa membantu, walaupun tidak selalu, karena "pas" itu juga relatif.
  1. Judul harus menggambarkan isi buku, ya iyalah. Bete amat pembaca kalau judul ibarat panggang jauh dari api (eh, kebalik nggak?). Pembaca akan merasa tertipu.
  2. Judul harus mudah diingat dan berkesan. Langsung menggaet mata dan hati. Rasanya kalau ada judul seperti ini: 10 Cara Mudah Menjadi Ibu yang Baik bagi Anak Anda (ehem, kayaknya aku nggak akan beli, karena yakin yang nulis nggak pernah jadi ibu atau yang nulis bapak-bapak)
  3.  Buatlah daftar calon judul sebanyak mungkin, dan pilih salah satu yang paling sreg. Lalu coba dilafalkan. Bayangkan Anda menyebutkan judul itu di depan orang lain. Apa yang Anda rasakan? Apakah judul itu membuat Anda bangga, malu, konyol, atau terlalu berat membebani pundak Anda, karena Anda tahu orang akan berharap banyak dari buku Anda?
  4. Mintalah saran orang lain. Soulmate yang bisa mengkritik objektif.
  5. Ingatlah target pembaca Anda. Untuk siapa buku itu ditulis? Akan menarikkah judul itu untuk mereka? Jangan-jangan Anda salah sasaran. Misalnya, buku untuk anak tetapi dijuduli sesuatu yang hanya akan menarik perhatian orangtua. Di satu sisi, mungkin orangtua tertarik membelikannya buat anak. Tapi akan tertarikkah anak membacanya? Idealnya, judul menarik minat siapa pun. Ya kan?
  6. Cobalah browse Internet, sudah adakah judul serupa, mirip-mirip, atau senada? Kalau ya, carilah yang lain.
  7. Kecuali Anda penulis eksentrik kayak Paul Jennings yang bisa membuat judul panjaaaaaang tapi tetap menarik, buatlah judul maksimal 5 kata. Kalau kurang, buatlah subjudul.
  8. Jangan latah. Be yourself. Anda penulis berkarakter. Jangan hanya karena ada judul yang lagi best seller, lalu judul Anda dimirip-miripkan. Apa pun alasannya, jangan merendahkan diri sejauh itu.
  9. Bagi penulis, mungkin suatu judul sangat klik, tapi ternyata di penerbit, editor menggantinya dengan alasan tertentu. Bersiaplah adu argumentasi, tapi pertimbangkan masukannya.
  10.  Kalau Anda hendak menjuduli buku dengan nama tokoh, pastikan nama tokoh itu menarik, bukan nama pasaran. Bisa saja sih nama biasa-biasa saja kalau ada subjudul yang justru menguatkan kesan ordinary-nya itu. Bayangkan ada novel baru berjudul satu kata: Amir, Budi, atau Wati. Hei, bukan berarti tokohnya nggak boleh pake nama-nama itu ya. Cuma pertimbangkan saja kalau untuk judul. Kesannya males amat bikin judul.
  11. Judul berima boleh juga, tapi jangan memaksakan.  
  12. Bagaimana dengan judul bahasa asing? Boleh saja asalkan relevan, punya alasan kuat, dan memang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Dan cek lagi isi buku Anda, apakah bahasa asing itu digunakan juga di dalam? Atau cuma untuk judul sebagai strategi marketing? Kalau aku sih, akan memilih mendahulukan bahasa Indonesia.  
  13. That's it. Your work is your baby, you name it, dan terima konsekuensinya. Belajarlah dari pengalaman, and be smart next time.
Nah... setelah sekian lama, akhirnya aku bisa nulis artikel lagi di doc.
Salam kreatif.
 

Ary

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengirim Tulisan ke Harian Pikiran Rakyat

UNGKAPAN SALAM DALAM BAHASA KOREA I ( 인사 표현 )