Penjualan Gunung Batu - Berkunjung ke Baleendah 2013

Merayakan iduladha dengan mengunjungi saudara di Baleendah, ternyata membuat saya miris. Boleh dibilang, gunung hijau memamerkan tulang bagian dalam. Tentunya, itu bukan ulah gunung itu sendiri yang sedang pamer bebatuan.
Dari hasil berbincang dengan saudara yang tinggal di sekitar wilayah tersebut, ternyata gunung itu dijual. (Benar-benar mengejutkan. :( )
Saya tergelitik membuat catatan ini dengan pertanyaan yang menyeruak. Akankah Gunung Batu ini bertahan berbentuk gunung jika dikeruk terus-menerus? Sampai tahun kapan bertahannya? Akankah lahan hijau itu tetap bertahan pula? Ataukah lahan hijau berbentuk gunung tersebut akan rata dengan tanah dan kemudian tumbuhlah perumahan?
Mungkin, saya harus sering-sering mengunjungi tempat tersebut jika ingin mengetahui kelanjutannya. Namun, Adakah para kontraktor yang mengerahkan para pengeruk itu berpikir, jika gunung hijau terus dikeruk, mereka memang mendapatkan sejumlah nilai uang, beberapa pihak menjadi kaya. Tetapi, akan banyak pihak pada tahun-tahun mendatang yang dirugikan. Tanaman sebagai penghijau penyejuk mata berkurang, bisa berakibat banjir dengan berkurangnya penyerap air alami, tentunya juga hilangnya kawasan tempat wisata yang akan menjadi harta dalam waktu jangka panjang.

Bandung, 15 Oktober 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengirim Tulisan ke Harian Pikiran Rakyat

UNGKAPAN SALAM DALAM BAHASA KOREA I ( 인사 표현 )