Jalan-Jalan Ke Ciater

Alhamdulillah dalam kegiatan silaturrahim dan halal bihalal guru-guru se-kota Bandung bisa menikmati perjalanan sekaligus keindahan dan kehangatan suasana di Ciater, meski sebenarnya di sana itu dingin. :)
(Tempat kita bertiga makan bubur ayam sebelum ke Ciater. Enak lho ada parutan kelapanya)
Naik angkutan umum dari terminal Ledeng dan turun pas banget di depan jalan lalu kita bertiga makan bubur. :)
(Jalan kaki dari seberang naik angkutan umum, melewati SDN GIRI MEKAR)
Tempat ini menarik perhatian saya. Bukan hanya karena saya seorang guru yang berada dalam dunia pendidikan. Namun, saya tertarik ketika melihat sekelompok anak belajar pencak silat. Membuat saya kangen dengan masa kecil saya sendiri yang pernah ikut Tajimalela. :)
(Suka sekali melihat keseriusan anak-anak pencak silat meski dari kejauhan)
(Gerbang Wisata Air Panas Alam Sari Ciater)
(Harga tiket masuk. Untuk area tertentu ada yang harus bayar lagi, lho.)
(Air di pancuran ini panas banget. Tapi asyik menikmatinya. Arena ini gratis)
(Curug Jodo, arena ini juga gratis)
(Banyak pengunjung asing. Terutama orang Arab. Katanya sih di sini ada juga tempat tinggal khusus bagi mereka. Sayangnya, saya tidak menyelidiki lebih jauh)
(Di dalam masjid ini nyaman sekali. Adem. Di pinggirnya ada kolam ikan).
Mengunjungi tempat ini menjadi anugerah bagi saya karena selain bisa menikmati alam, bisa menikmati rasanya berada di bawah air panas yang terasa asin, saya juga punya pengalaman seru yang tidak bisa diceritakan ketika seorang Arab memarahi anaknya sampai melempar sandal yang sedang dipakainya. #hhaa. (Nah, lho, cerita juga)







Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNGKAPAN SALAM DALAM BAHASA KOREA I ( 인사 표현 )

Mengirim Tulisan ke Harian Pikiran Rakyat