SoMan: si Ungu Nan Mungil yang Membuat Nyaman Mengikuti Seluruh Rangkaian Blogger Day 2017

Senin, 13 Maret 2017, begitu mendapatkan pemberitahuan bahwa saya terpilih sebagai salah satu dari 100 blogger yang diundang hadir pada even besar BloggerDay 2017 yang diadakan BloggerCrony Community bekerja sama dengan PT. Soman Indonesia, segala sesuatu saya persiapkan saat itu juga dengan baik.
Peralatan untuk mengikuti even memeriahkan dunia media sosial benar-benar saya persiapkan, mulai dari laptop, charger hand phone, power bank, dan alat tempur lainnya agar saya dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan baik dan tanpa hambatan.
Qodarullah, ketentuan Allah Subhanahu wata’ala berkata lain. Pada hari H, Sabtu, 18 Maret 2017, hujan mengguyur Bandung sejak subuh, saat dimana seharusnya saya mulai berangkat dari rumah ke terminal Leuwi Panjang untuk selanjutnya menuju lokasi acara.
Beberapa kali menghubungi ojeg online, hasilnya saya harus sabar menunggu. Mereka tidak mau ambil resiko terlalu besar dengan menantang hujan dan banjir. Begitu pun dengan saudara yang biasanya berangkat bekerja ke daerah Pasteur pada pukul 06.30, pada hari itu mendadak mengikuti keadaan, yaitu berangkat menunggu hujan reda dengan alasan kalau memaksakan berangkat saat hujan apalagi banjir, bisa-bisa motornya malah mogok di jalan dan malah jadi berabe.
Walhasil, waktu sudah menunjukkan pukul 07.00, dengan gelisah saya berdoa agar hujan segera reda dan saya segera berangkat ke tempat tujuan. Meski hujan masih terus mengguyur Bandung, alhamdulillah saudara saya akhirnya mengalah dan pergi juga mengantar saya ke Leuwipanjang sebelum berangkat ke tempat kerjanya.
Saya sangat tercengang ketika di dalam bus Bandung menuju Bogor penumpangnya hanya 3 orang. Dan sopirnya membawa bus melaju. Di sepanjang jalan sebelum memasuki area Tol Pasir Kaliki, saya berdoa agar penumpangnya bertambah. Kasihan, kan supir dan kondekturnya kalau penumpangnya sedikit? Namun ternyata, dari awal berangkat hingga sampai Terminal Baranangsiang Bogor, penumpangnya hanya 3 orang.
Di dalam bus, saya merasa beryukur karena ternyata supir dan kondekturnya ini mendapat paket titipan kilat di bagasi dari perusahaan rekanan mereka yang harganya lumayan tinggi. Saya pun bergumam, oh pantas saja penumpangnya 3 orang pun bisnya tetap berangkat.
Begitu sampai di Terminal Baranangsiang, waktu menunjukkan pukul 13.45 WIB. Saya mencoba memesan ojeg online *oje*, tapi aplikasinya hanya berputar-putar lama sekali. Begitu pun ketika saya pesan ojeg online Gr*b, lokasi acara, Kampung Wisata Roemah Joglo, tidak terdeteksi. Alhamdulillah, pada saat saya membuka aplikasi Ub*r, langsung terkoneksi dan saya bisa berangkat ke tempat tujuan.
Saat itu saya tidak pernah menduga kalau lokasi acara jaraknya lumayan jauh dari terminal Baranangsiang. Ah, yang penting saya sampai dalam keadaan selamat dan langsung bisa mengikuti semua kegiatan dengan baik, pikir saya saat itu.
Tanpa pikir panjang,  begitu sampai di lokasi acara, saya langsung berusaha untuk berbaur dengan blogger lainnya. Alhamdulillah saya masih bisa mengikuti kegiatan dengan baik pada saat materi Kang Ferri Yuniardo dari Dikidi.com. Melalui pemaparannya, saya mendapatkan masukan-masukan mengenai dunia media sosial. Salah satunya Social Media vs. Real World.
Secara tidak langsung ada pesan dari Kang Ferri bahwa media sosial bukanlah rumah kita sesungguhnya, jadi tidak segala sesuatu dalam kehidupan kita harus kita bagikan di media sosial. Kang Ferri yang terkenal dengan panggilan Om Ferri ini memiliki banyak akun kloningan yang berbeda-beda fungsinya. Tapi intinya, tetaplah menjadi diri sendiri!
Di sela-sela pemaparannya, Kang Ferri juga menceritakan kisahnya jatuh bangun membangun dikidi.com. Tentu menjadi tantangan tersendiri ketika channel youtube yang kita pelihara ternyata kena banned dan semua postingan hilang sehingga harus mengulangnya dari awal.

Bagi yang penasaran dengan pemaparan Kang Ferri ini, bisa langsung tonton videonya.

Di acara ini juga, ada hal yang menarik mengenai Germas (Gerakan masyarakat Sehat) 2017 yang disampaiakan oleh drg. Kartini Rustandi, M. Kes (Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementrian Kesehatan Republik Indonesia).
Melalui pemaparannya, saya menjadi tahu dan menyadari perbedaan sehat dan bugar. Sehat belum tentu bugar. Orang yang bugar sudah pasti sehat. Sebagai seorang manusia kita harus tahu apa yang harus kita kerjakan untuk diri kita sendiri. Pada keesokannya, ada tes kebugaran yang sebelumnya kita diperiksa dulu tensinya kemudian diambil darah untuk mengetahui kondisi lemak darah dalam tubuh kita.

“Sehat bukan segala-galanya, tapi tanpa kesehatan segalanya bukan apa-apa,” kata dokter Kartini sebelum menjelaskan tentang Gerakan Masyarakat Sehat untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan. 
Dan keesokannya, saya benar-benar mengikuti kegiatan tes kebugaran serta rangkaian acara lainnya. Saya mendapatkan banyak pengetahuan dari dr. Chandra sebelum mengikuti kegiatan tes kebugaran berupa pemanasan dan juga berkeliling lapangan berulang-ulang.
Uniknya, dr. Chandra ini asyik banget orangnya, buktinya waktu kita ajak berpose gokil bareng para blogger, beliau langsung ikutan tanpa ada kata jaim atau jaga image.

Ok. Kita balik lagi ya ke acara pada hari pertama. Setelah sosialisasi mengenai Germas, kegiatan berikutnya yang paling membawa saya pada beberapa cerita orang terdekat adalah #BloggerView (SoMan) yang menghadirkan moderator Ario Fajar (Head of Marketing Communications and Promotion PT. Soman Indonesia), dr. Grace Maria Salindeho, M.Kes (Konsultan Medis Soman dan Dokter BPJS Kesehatan), serta Tatu Ratna Sari, S.Farm., Apt (Konsultan Produk Soman)
Sejujurnya, SoMan adalah produk asing bagi saya sebelum datang ke kegiatan Blogger Day 2017. Hingga Mas Ario menceritakan pengalamannya mengonsumsi SoMan untuk mengendalikan obesitas dan juga punya penyakit gula diabetes.

Lebih menarik lagi pada saat 3 perwakilan dari PT. Soman Indonesia ini berkolaborasi dalam satu arena untuk saling melengkapi pemaparan mereka mengenai SoMan.
Saya sama sekali tidak menyangka saat membuat status di media sosial, ternyata sudah mendapat komentar dari seorang sahabat di Bandung sebagai konsumen SoMan. Dan Uniknya lagi, ada seseorang yang secara pribadi dan tidak mau disebutkan namanya menceritakan pengalamannya ketika pertama kali mengenal SoMan.
Sahabat yang tak mau menceritakan namanya itu menceritakan pengalamannya ketika terbaring di rumah sakit selama beberapa hari di salah satu rumah sakit yang ada di Bekasi karena terserang tiphus yang sudah pada tingkat gawat dengan hadirnya komplikasi penyakit lainnya. Di rumah sakit itu, sebelum dia pulang ke rumahnya karena kondisinya sudah membaik, dokter menyarankan untuk meminum SoMan 2 jam sebelum meminum obat darinya. Dan lebih mencengangkan lagi adalah ketika dia menceritakan kalau di Bekasi itu ada Rumah SoMan. Jadinya, untuk mendapatkan produk satu ini sangat mudah selain untuk mendapatkannya dengan cara memesan melalui took online.
Idih, saya jadi merasa malu. Wah, saya telat ya mengenal SoMan? Tapi, sekalinya mengenal SoMan, saya bisa langsung menikmati dan perlahan merasakan manfaatnya dari awal mengikuti kegiatan berlangsung.
Pasti penasaran dong manfaat apa yang sudah saya rasakan? Semenjak berkenalan dengan SoMan hingga kini menjadi lebih akrab dengan produk mungil nan ungu ini. Yang pasti selama berkegiatan tubuh saya sehat dan bugar.  Meski sesekali batuk dan harus bulak balik ke kamar mandi untuk mengeluarkan air seni, saya rasa itu wajar. Entah karena Bogor memang dingin atau efek detoksifikasi SoMan sedang bekerja. 

Wah, Ok. Kita kembali dulu ya ke acara hari pertama mengenai 7 fakta Ter-nya Soman  yang saya tambahkan berdasarkan pengalaman dari orang-orang di sekitar.
7 Fakta Ter-nya SoMan yang Mencengangkan:
  1. Terbanyak
Komposisi SoMan ini terdiri dari 39 bahan alami.  SoMan ini kepanjangan dari Sozo Formula Manggata 1 yang merupakan jamu tetes dengan bahan baku campuran 18 jenis buah-buahan, 12 sayur-sayuran, dan 9 rempah terpilih. Campuran bahan baku alami SoMan itu yaitu:  Mengkudu, Manggis, Belimbing Bintang, Belimbing Wuluh, Wortel, Pepaya, Terong Ungu, Pisang Goroho, Pare, Seledri, Kentang, Buah Merah, Jeruk Bali, Tomat, Buah Maja, Apel Malang, Heruk Cina, Nanas, Alpukat, Mangga, Ketela Ungu, Kemangi, Buah Naga, Kiwi, Bayanm, Anggur, Sawi Putih, Sirsak, Bawang Putih, Ubi Manggata, Pasak Bumi, Rosella, Kayu Manis, Jainten Hitam, Kedelai Temu Putih, Ketepeng Cina, Air Kelapa, dan Kacang Merah.
Wow, banget bukan? Tak pernah terbayangkan sebelumnya akan berkenalan dan akrab dengan cairan yang terkenal sebagai jamu tetes yang terdiri dari 39 bahan alami dalam 1 botol

  1. Terkuat
Bahan baku soman itu terkuat karena bahannya banyak dan berkhasiat. Misalnya buah kiwi. Harus saya akui harga buah satu ini sangat mahal karena Ibu saya yang darah tinggi sebelum mengenal SoMan setiap harinya mengonsumsi buah kiwi. Berbeda dengan sekarang setelah meminum SoMan.  Ada lagi Pasak Bumi yang kandungannya bermanfaat untuk meningkatkan vitalitas. Dan lebih kerennya lagi ketika dr. Grace menceritakan tentang proses penguatan dalam tubuh bagi mereka yang mengonsumsi  SoMan selama masa kehamilan. Ketika seorang Ibu mengonsumsi SoMan berarti Ibu itu sedang menguatkan  pembentukan otak karena SoMan mengandung  Omega 3, 6, 9 yang berfungsi untuk  untuk pembentukan otak tersebut.
  1. Tertinggi
SoMan itu mungil tapi dikatakan tertinggi karena PH (indikator keasaman atau kebasaan suatu cairan) itu sangat tinggi yaitu diatas PH basa, diatas 7 yang sangat bagus untuk kesehatan. SoMan itu PHnya 9+. PH Basa boleh diminum sebelum makan, sedangkan SoMan dianjurkan diminum sebelum makan untuk membantu sistem pencernaan dan melarutkan kolesterol di dalam tubuh. SoMan ini bukan hanya untuk imun atau daya tahan tubuh tapi bisa juga untuk membantu memulihkan berbagai penyakit.
  1. Terkomplek
Menurut  Mbak Tatu,  terkomplek ini dilhat dari cara pembuatannya. Bahan baku SoMan itu ada 39 macam bahan alami, produksi ke-39 bahan itu dipilih yang terbaik dan berkualitas tinggi, kemudian ke proses selanjutnya ke pengolahan. Setelah pengolahan kemudian masuk ke proses bioteknologi modern 9-12 bulan difermentasi, hampir setahun untuk mencapai PH 9+. Tentunya, ini suatu proses panjang yang memerlukan ketelatenan dan perhatian khusus. Selain itu, menurut Mbak Tatu, SoMan dinyatakan terkomplek karena cara kerjanya langsung ke pusat masalah. Bekerja langsung kepada sel yang tersusun atas trilyunan sel. Pada hakikatnya apabila ada sel yang rusak dan sakit maka tubuh kita pun akan sakit. Dan SoMan itu akan menutrisi sel-sel yang ada dalam tubuh kita.  Sehingga sel mampu memperbaiki dirinya dengen meregenerasi sehingga tubuh kita menjadi sehat kembali.
  1. Teruji dan Terpercaya
SoMan itu sudah melalui proses pengujian. Uji kandungannya ada multivitamin, omega, EPA, DHA, dan juga naik grade uji toksisitas untuk mengetahui keamannya untuk dikonsumi dan hasilnya SoMan memang aman untuk dikonsumsi. SoMan memiliki 11 Dokter perusahaan, 4 Apoteker, 1 Farmasisi, 2 Ahli Gizi, 1 Fisioteraphy, Ahli Akupuntur dan Ahli Pengobatan Timur yang telah siap membuktikan kebenaran produk satu ini.
(video kelebihan soman dibandingkan produk lainnya)
  1. Terbukti
Saat ini PT. SoMan memiliki 11 Dokter perusahaan, 4 Apoteker, 1 Farmasi, 2 Ahli Gizi, 1 Fisioteraphy, Ahli Akupuntur dan Ahli Pengobatan Timur yang telah siap membuktikan kebenaran produk satu ini.
  1. Terbaik
Dari semua keterangan tentang SoMan saya menjadi mengerti kenapa jamu tetes satu ini dinyatakan terbaik dan direkomendasikan oleh para ahli kesehatan.
Berkat penjelasan-penjelasan di acara inilah saya bersyukur dapat memahami kenapa saya tidak batuk-batuk parah berkepanjangan selama mengikuti kegiatan hingga kini. Alhamdulillah, saya benar-benar sehat dari awal hingga akhir acara. Meski ada batuk, itu hanya batuk kecil, bagi saya tidak terlalu mengganggu.
Ternyata oh, ternyata. Sedari awal saya mengikuti kegiatan, dari pertama datang kondisi perut saya kosong dan kelaparan, saya mengonsumsi  SoMan secara tepat sebelum makan. Bisa jadi secara tidak langsung selama mengikuti acara, setelah meminum SoMan, jamu tetes satu ini langsung bekerja meregenerasi sel yang sakit, menyehatkan, lalu menutrisi hingga kondisi saya stabil.

Saya benar-benar bisa menikmati rangkaian acara hingga malam harinya. Bahkan hingga menjelang tengah malam pun saya tetap berusaha untuk mengikuti kegiatan sampai tuntas. Tentu saja karena pemateri menaburkan pengetahuan dengan interaktif. Disela-sela acara, kita bisa tertawa-tawa mendengarkan setiap sesi dari pemateri.
Saya bisa mengikuti materi dari Mbak Ririn Rosaline (Personal Branding, Public Speaking, and PR Skills FACILITATOR & TRAINER Associate Consultant for Marketing Communication Strategies at toska PR Founder & Creator of MOMEIRA apparel) mengenai personal branding yang pastinya berbeda pada setiap orang karena setiap orang memiliki persepsi yang berbeda.


Daaan, subhanallah-nya lagi, saya tahan mengikuti pemaparan Kang Anwar Natari dan membuat postingan tulisan bada sholat subuh. Bagi yang penasaran, bisa langsung baca di sini ya: Serunya menjelang malam mengikuti kegiatan Blogger Day 2017.
Ok. Keesokannya, saya mengikuti kebugaran dan sebagainya bersama dr. Chandra dan rekan-rekan satu kelompok. Meski sebelum tuntas 100% acaranya selesai saya harus pulang duluan, namun saya sempat merekam 2 momen video yang bagi saya sangat berkesan dan menjadikannya tulisan tersendiri.
Salah satunya tulisan mengenai perhatian orang tua terhadap anak-anaknya yang membuatnya membuatnya menjadi seorang blogger dan juga tulisan mengenai obrolan saya bersama Bunda Intan mengenai Kunci Suksesnya Founder Blogger Crony.

Semoga setiap tahunnya di masa mendatang, saya masih bisa terus menjadi bagian kemeriahan Blogger Day 2017. Happy Milad yang ke-2 untuk Blogger Crony. Terima kasih PT. Soman Indonesia 




Komentar

  1. Acaranya keren ya, cocok juga aku minum SoMan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya alhamdulillah berasa banget khasiatnya

      Hapus

Posting Komentar

Silakan tinggalkan jejak.
Akan saya respon secepatnya.
Terima kasih sudah berkunjung.

Postingan populer dari blog ini

Mengirim Tulisan ke Harian Pikiran Rakyat

UNGKAPAN SALAM DALAM BAHASA KOREA I ( 인사 표현 )