Princess Diva, Balas Dendam Erin Gendut


Novel ini sukses membuat saya terheran-heran sedari membaca episode satu. Pada judul Gank Coke, Sansan and the gank  mem-bully Erin gendut. Membuat Erin sakit hati dan bertekad balas dendam.
Diva si tomboy sendiri (saya kira sebagai tokoh utama judul novel ini), malah terkesan hanya tokoh numpang lewat berkarakter dingin, dengan nilai jelek padahal dia pintar. Namun demi kesetiakawanan Diva mau membantu Erin balas dendam.
Saya jadi bertanya-tanya, judulnya Princess Diva namun kenapa malah yang diceritakan lebih banyak porsi tokoh Erin? Oh, mungkin karena novel ini "Princess Diva The Series" kali ya. ( :) jawab sendiri. )
Begitupun episode dua, tetap masih banyak menceritakan tentang Erin yang ingin ikut pemilihan ketua kelas SMA Paradise. Bersaing dengan Sansan. Erin melakukan kesalahan fatal yang membuatnya diskors dua hari.
Sansan berkampanye dengan menampilkan kehidupan remaja-remaja di Jepang beraneka gaya, Harajuku style. Sedangkan Erin mempertontonkan tayangan ketika Diva menghajar keempat personil Gank Coke yang membuat suasana kelas heboh saat kampanye pemilihan ketua kelas.
Lagi, lagi, dan lagi masih menceritakan tokoh Erin. Episode ini menceritakan usaha Erin untuk menjadi langsing. Usaha keliru yang membuatnya roboh di depan Sansan. Dan membuat Diva salah paham, meminta Sansan bertanggung jawab membawa Erin ke rumah sakit.
Begitupun episode 4, masih menceritakan tentang Erin dengan perubahan drastisnya.
Berlainan dengan penampilan sebelumnya, kali ini Erin benar-benar tampil beda. Dia  mengenakan gaun panjang dengan aneka renda dan bunga-bunga, sepatu merah mengilat, serta kerudung yang hanya mirip topi dengan bunga ngejreng, senada dengan warna dominan gaun panjangnya. – hal. 44—
Bahkan Erin memoles wajahnya dengan dandanan kosmetik yang tebal, serta mengenakan jilbab artis.
Ujung-ujungnya Erin meminta bantuan Diva membayar semua yang dikenakannya dengan harga fantastis. :)
Nah, episode 5 hingga cerita dalam buku ini berakhir, baru menceritakan tentang penyebab Diva sebagai anak orang kaya yang memiliki kepribadian aneh. Sekaligus metamorfosis Diva dari yang tadinya tomboy hingga mengenakan jilbab.
Ending cerita ditutup dengan percakapan Diva setelah shalat subuh yang spektakuler dengan Erin melalui sambungan HP. Meski Diva merasa letih, lemas, dan tanda-tanda demam, namun di dadanya bergejolak kebahagiaan. Diva telah berjilbab rapi. Meskipun dengan jilbab pinjaman. Insya Allah selamanya. Semoga istiqomah. (Di bagian akhir ini kayaknya harapan penulisnya, deh. hehe. Pastinya harapan saya juga pada semua remaja muslimah.)
Meski saya sempat bingung, kenapa penulis awalnya lebih banyak menceritakan tentang Erin, dan tentang Diva secara khusus baru berada di bagian tengah hingga akhir, namun semua tokoh dalam kisah ini saling berkaitan satu sama lain.
Cerita dalam novel inipun berkaitan dengan empati ketika Diva menolong masyarakat korban banjir di Solo. Divandra Venayaksi Anderson atau Diva, begitu sempurna. Selain sebenarnya cerdas namun Diva tidak peduli akan kecerdasannya, kaya, juga perhatian, rela jauh-jauh dari Jakarta ke Solo menggunakan pesawat. Bahkan sepanjang perjalanan diguyur curahan hujan deras. Semua itu karena dia tidak bahagia dengan fasilitas orangtua yang semu dan teman-teman di sekolahnya.
Fenomena limpahan air berlebih yang menyerang tempat tinggal masyarakat benar-benar sering kita saksikan melalui berbagai media. Bahkan banjir di ibu kota negara ini tidak mengenal tempat dan waktu. Perumahan elit, tempat tinggal Sansan and the gank di Jakarta yang berharga sangat mengawangpun tak luput dari banjir.
Tema persahabatan dan pencarian jati diri remaja sampai kapanpun akan menjadi kisah menarik. Apalagi penulis dalam novel ini cergas menyampaikan pesan indahnya persahabatan, berhati-hati memilih teman dan berteman. Sebagai bacaan yang menarik, novel ini membuat remaja untuk mewawas diri.
Bahkan, setiap melakukan balas dendam, ada konsekuensi negatif yang kembali kepada diri sendiri. Masyarakat Bali menyebutnya dengan karma. Sedangkan dalam Islam tentu ada beberapa makna, bisa berarti ujian dan bisa juga sebagai hukuman. (Tergantung cara pandang yang menjalaninya mungkin ya. :) )
So, buat remaja yang sedang masa pencarian jati diri, pandai-pandailah mengendalikan diri agar tidak mudah tergoda arus kehidupan yang belum tentu cocok. 
_ Semoga bermanfaat _
Judul                           : Princess Diva
Penulis                         : Afifah Afra
Penyunting Bahasa     : Mastris Radyamas
Setting                         : Brader_LK
Desain Sampul            : Andhi Rasydan
Penerbit                       : Afra Publishing (Kelompok Penerbit Indiva Media Kreasi)
Tebal                           : 104 hlm.; 20,5 cm
ISBN                           : 978-602-8277-40-2
Cetakan Pertama, Jumadil Ula 1432 H./April 2011
(Resensi Ini Diikutkan dalam Lomba Indiva Readers Challenge (IRC) 2014  
 

Komentar

  1. So, buat remaja yang sedang masa pencarian jati diri, pandai-pandailah mengendalikan diri agar tidak mudah tergoda arus kehidupan yang belum tentu cocok --> Setuju banget sama kata-kata ini Mak. Kadang krn peer pressure, anak-anak muda (terutama gadis nih kayaknya), jadi berlomba-lomba membuktikan diri padahal belum tentu cocok dan nyaman. Aish, gaya banget komenku yak. Hihihi. Salam kenal ya Mak. Ini kunjungan pertamaku ke blog mak Susanti. Senang bisa mampir ke sini ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung. Oya, salam kenal. Sayang ya saya telat berkenalan. Jadi tidak bisa ikutan Giveaway Letters to Aubrey. Semoga pertemanan ini saling memberikan manfaat. Turut prihatin untuk Ubii. Terharu sekali melihat foto-foto Ubii Semoga keluarga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan untuk mendampingi Ubii. Salut untuk bundanya. Salam sayang, Ubii.

      Hapus
    2. Giveaway nya kan masih sampai 10 Agustus Mak :D

      Hapus
    3. Wah, terima kasih ya pemberitahuannya. Masih ada kesempatan ternyata. Asyik!

      Hapus
  2. Halo teman baru..:) bacaannya anak muda banget deh, buat semangatnya selalu hot yah? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua bacaan Teh, Inke. Ada kok Sastra, non fiksi. Pokoknya masih banyak lagi. Hayu atuh ikutan Indiva Readers Challenge (IRC) 2014 Berhadiah Netbook. Siapa tahu beruntung. Happy Ramadhan ya, Teh. Salam untuk keluarganya. :)

      Hapus
  3. Kalau baca dengan genre begini suka kagak mudeng aku mba, soalnya lebih suka baja Sastra atau Sejarah lebih seru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sastra juga ada. Satu per satu. Insya Allah pas bagian sastra, khusus saya panggil Mas Andi. Terima kasih. :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. Terima kasih kunjungan dan jempolnya. Semoga saya mendapat lebih banyak masukan untuk terus belajar. :)

      Hapus
  5. Balasan
    1. Terima kasih kunjungannya. Ditunggu masukannya ya supaya saya bisa terus meningkatkan kemampuan menulis. :)

      Hapus
  6. Masukan aja sihh sebenarnya, tapi lebih nyaman kalau yang di bagian paling bawah itu berada di paling atas. Soalnya biar lebih enak gitu, dapat judul dan keterangan lainnya.. Anyway, thanks! Salam Mystupidtheory!

    BalasHapus
  7. Wah, saya justru senang sekali mendapat masukan. Sip! Terus akan diotak-atik juga supaya tidak bosan. Terima kasih. :)

    BalasHapus
  8. Keren novelnya!
    Salam balik dari Galassia del Sogno | http://gebrokenruit.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini novel Mbak Afifah Afra.
      Novel saya insya Allah menyusul.
      Mohon doanya yang terbaik.
      Happy Ramadhan.
      Terima kasih.

      Hapus
  9. menginspirasi yah, semoga kita senantiasa bisa menginpirasi juga..salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo baca novelnya, Mas.
      Aamiin. Semoga kita semua dapat menginspirasi.
      Salam kenall kembali.
      :)

      Hapus
  10. salam kenal ya mba...hmm, novel remaja sekarang makin banyak ya...di satu sisi ini adalah perkembangan yang baik, di sisi lain moga-moga isinya banyak membawa manfaat dan menghibur...thanks for sharing :)..cheers..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai... Halo.Salam kenal juga.
      Benar, novel remaja sangat banyak. Saya juga tertarik lho untuk menulis novel remaja. Tentunya untuk menginspirasi dan membuat bacaan itu menjadi sesuatu yang berkesan. Aamiin.
      Cheers. :)

      Hapus
  11. resensinya bagus teh.. :) tetap semangat menulis, hhe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu, Dinda juga tetap semangat menulis.
      Meninggalkan jejak menginspirasi untuk semuanya. Aamiin

      Hapus

Posting Komentar

Silakan tinggalkan jejak.
Akan saya respon secepatnya.
Terima kasih sudah berkunjung.

Postingan populer dari blog ini

Mengirim Tulisan ke Harian Pikiran Rakyat

UNGKAPAN SALAM DALAM BAHASA KOREA I ( 인사 표현 )