Resensi 101 Perempuan Berkisah : Setiap Perempuan Mempunyai Kisah Unik Tersendiri

Judul                                       : 101 Perempuan Berkisah
Penulis                                     : Deka Amalia, DKK
Disain cover                            : Winnter Melon
Layout                                     : Cipi Irawan
Percetakan                               : CV. Prameswari
Editor                                      : Dyah Rini
Penerbit                                   : Prameswari
Cetakan pertama, November 2013
Setiap perempuan pasti punya kisah berbeda, begitulah inti buku ini. Buku setebal 376 halaman ini penuh cerita berhikmah yang dapat kita petik manfaatnya. Buku ini benar-benar unik.
Dalam buku ini terdapat puisi, cerpen, opini, dan kisah inspiratif. Semuanya persembahan dari 101 perempuan yang dituangkan dengan penuh kasih. Sesuai sekali dengan jargon dalam kover depan “Terimalah persembahan cinta kami dalam 101 Perempuan Berkisah”. Kover depan dan belakangnya pun senada dan menarik. Mewakili perempuan yang sebenarnya memiliki kekuatan untuk diterbangkan dengan gambaran tangan yang sedang menerbangkan merpati penuh kebebasan.
Buku yang sudah launhing tanggal 16 November 2013 ini benar-benar unik. Kita akan menemukan 15 puisi yang mengajak kita untuk berkontemplasi, 18 opini yang benar-benar mewakili pribadi kaum hawa sebagai penulisnya, 28 cerita pendek yang menceritakan permasalah perempuan dengan berbagai latar belakang dan penyelesaian berbeda dalam setiap cerpen, serta 40 kisah inspiratif.
Sinopsis 
Atas nama cinta dan kehidupan kami member lewat tulisan yang tersebar dengan segenap rasa. Kami berbagi lewat pena yang semoga akan mengalir di sana mata air kehidupan. Lewat puisi kami berbagi rasa yang tak hanya indah namun juga pahit. Lewat cerpen kami juga buram. Lewat opini kami berbagi pikiran yang tak hanya tajam namun juga tumpul. Lewat kisah kami berbagi raga yang tak hanya bergerak namun juga terdiam.
Semoga persembahan cinta kami untuk sesame perempuan mampu memberikan setitik cahaya, meski tak mengubah dunia namun semoga memberi pendar yang akan mampu membuat kaum perempuan bangkit, berdiri dan melangkah tegap. Semoga cinta kami membuat kami kuat. Amin
Terimalah persembahan cinta kami dalam: 101 PEREMPUAN BERKISAH
puisi, cerpen, opini & kisah inspiratif

Mengurai satu per satu isi buku setebal ini akan memerlukan waktu sangat panjang dan ruang khusus, jadi saya akan mengambil satu cerita dari buku ini tanpa bermaksud untuk melebihkannya dari yang lain karena kisah inspiratif ini diambil secara acak dari sekian banyak cerita dalam buku ini.

ANAK ADOPSI, oleh Rigeng DM

Kisah yang satu ini cukup menohok dengan mengemukakan tayangan berita televisi pada bagian awalnya sebagai fakta. Kemudian dilanjutkan dengan cerita tokoh aku yang menceritakan tentang kisah temannya, Andi.
Keluarga adopsi Andi sangat menyayangi Andi tanpa pernah diketahui Andi kalau ia anak adopsi. Namun, setelah ibu adopsinya hamil dan melahirkan 3 anak perempuan, Andi menjadi anak lelaki yang sangat disayangi semua anggota keluarga adopsinya.
Tiba-tiba tokoh aku dikejutkan kabar kematian Andi di dalam mobil papanya karena over dosis. Pribadi yang dikenal baik itu nekad bunuh diri karena dipicu kejadian 2 bulan sebelumnya. Andi melihat mamanya berselingkuh di warung yang dikelolanya. Andi tak terima hingga marah. Dan terkuaklah kata-kata kasar mamanya kalau Andi bukanlah anak kandung mereka.
Andi terkejut, kecewa dan sangat tertekan, serta merasa tidak nyaman berada di dekat keluarga angkatnya. Perubahan sikap ibu angkatnya yang memusuhi menjadi pemicu utama kegundahannya. Ia pun menjadi canggung berada di dekat anggota keluarganya. Akhirnya ia merasa tidak diterima. Andi marah tetapi tidak tahu kemarahannya ditujukan kepada siapa.
Andi bukanlah pecandu narkoba tetapi akhirnya mengakhiri hidup dengan meminum obat-obatan bebas dalam jumlah banyak.
---

Cerita di atas begitu lugas, meski saya sendiri masih menyisakan tanya. Di manakah kejadiannya berlangsung? Karena ini kisah inspiratif yang berujung pada mengakhiri hidup, mungkin saya tidak akan banyak berkomentar. Tetapi jika ini cerita rekaan, tentu saya berharap cerita ini tokoh utama menemukan jalan untuk menyelesaikan masalah dengan lebih baik dan membuat kebaikan untuk semua.
Kesalahan-kesalahan huruf dan tanda baca dalam buku ini ada beberapa, meski sangat sedikit sekali dalam sekian banyak cerita.
Ketika anda membaca profil penulis di bagian belakang, mungkin semuanya sudah tak asing karena kebanyakan dari mereka memang benar-benar penulis. Sebagai penghargaan saya kepada mereka, inilah para kontributor 101 penulis perempuan:
Puisi: Deka Amalia, Elmi Wiarti, Nadrah Chino, Sry Nova, Zahra Qomara, Restia Aretha, Winarti, Syahida Qonita, Maeta Siska, Anna Rachmawardi, Meili Amalia, Ken Fitria Clois Indrawardani, Sienta Sasika Novel, Anik Indriastuti, Wulansary
Opini: Cicik Sri Winarti, Tyasti Aryandini, Dwiharyatiningsih, Kristianingsih Timbul, Maryam Jamilah, Marisa Agustina, Murtiyarini, Rina Susanti, Fay Shalamar, Izti Bunda Bumi, Chinglai Li, Kenny Sanjaya, Nita Lana Faera, Mukti Amini (Muktia Farid), Masyitah Ummu Muhammad (MuM), Edrida Pulungan, Mia Purwandari, Umi K. Miqdar
Cerpen: Pipit Setiafitri, Tammy Rahmasari, Ade Ummi Fikri, Ummu Rayhan (Liani Handayani), Tris Anova Arlim, Ifa Mutia, Mustika E. Meliasari, Elly Fia, Cahya Naurizza, Milla Tan, Naqiyyah Syam, Kasma Syahidah, Shine Fikri (Nur'aeni), Risma El Jundi, Idah Faridah, Fitri Anugerah Budiyanto, Nuri Novita (Dheavanea), El Fietry Jamilatul Insan (Fitriyani), Astuti Lia Nugraheni, Ninna Rosmina, Asri Andarini, Kunthi Hastorini, Lovina (Nda Syahdu), Wida Ariesi, Trianawati, Aini Mardiyah (Puti Salsabil), Dwee Wuryan, Aida MA
Kisah Inspiratif: Andhiny Wulansarie, Anik Soemarni, Ary Haryati Daud, Tanti Neng Amalia, Chitra Savitri, Dewi Liez, E. Kristin Ningrum, Fitri Dwirani, M.Si, Fuatuttaqwiyah El-Adiba, Gisa Elinda (Elin Dwi S), Heti Nurhaeti, Hikarima Nisa, Laili Rahmawati (Li Rachma), Lamra Gasser, Nining Sumarni, Nurul Sufitri, Phalupi Apik Herowati (PhalupiAhero), Poery, Rigeng Dwi Mulyani, RinDH, Yasinta Pritama, Sri Widiyastuti, Susan Sriyani, Tati Sumiati, Tri Sintarini, Ummu Abdillah Bintu Sholih, Waya Komala, Yulina Trihaningsih, Yulitha Rohman, Yun Eninggar, Ayuni dhiya, Yunita Herda, Dewi Ika, Echa Kare (indriasih karesa), Yas Marina, Yoza Yozie, Dewi Mafita Sari, Gheena Luvita, Repita Hadi, Dian Nafi.
            Di bagian belakang isi buku ini, selain nama penulisnya, juga dapat ditemukan sedikit keterangan tentang profil mereka.
-      Semoga Bermanfaat   -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNGKAPAN SALAM DALAM BAHASA KOREA I ( 인사 표현 )

Mengirim Tulisan ke Harian Pikiran Rakyat